Diperiksa KPK 5 Jam, Ada Apa dengan Pejabat Pemkab Bintan Ini?

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG-  Setelah berjam-jam diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Mardiah keluar dari ruangan Antan Seludang Mapolres Tanjungpinang.

Mardiah tampak terburu-buru meninggalkan Mapolres Tanjungpinang, saat awak media mencoba mewawancarainya. Mardiah berjalan dengan cepat menuju arah mobil kijang Innova bernomor polisi BP 1610 AF yang  menunggu di parkiran, Mapolres Kamis (25/2/2021) sore.

BACA JUGA WAK:  Rahma dan Risma Masuk 50 Perempuan Berpengaruh Melawan Covid 19

“Tanya saja ke penyidik KPK saja langsung ya,” ucapnya Mardiah sambil berjalan cepat saat ditanya awak media usai diperiksa penyidik KPK. Mardiah enggan berkomentar banyak.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan penyidiknya tengah memeriksa sejumlah Pejabat di wilayah kabupaten Bintan. Pemeriksaan itu, terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Wilayah Kabupaten Bintan pada tahun 2016 s/d 2018 lalu. 

BACA JUGA WAK:  LAM Minta Gedung, Seniman Minta Taman Budaya

Namun, dari tim KPK belum dapat menyampaikan secara detail kasus dan siapa tersangkanya.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka yang akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan terhadap para tersangka.

“Kami dari pihak KPK belum dapat menyampaikan secara detail dalam  kasus yang kita lakukan penyidikan ini dan juga siapa tersangkanya,” kata Ali Fikri melalui pesan Whatshapnya.

BACA JUGA WAK:  Walikota dan Gubernur Tinjau Proses Vaksin Lansia

Ali Fikri mengatakan, KPK pada waktunya pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi perkara, dan alat buktinya apa saja dan akan dijelaskan siapa yang telah ditetapkan sebagai tersangka beserta pasal-pasal sangkaannya.(cr11)