Ghuan Seng Dipolisikan Terkait Jual Beli Lahan Rp6 Miliar

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG-Loren Take yang mengaku merasa dirugikan dan tertipu terkait penjualbelian tanah yang nilainya mencapai 6 Miliar dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Tanjungpinang, seorang apek yang sudah renta bernama Ghuan Seng (81), kini terlapor terancam masuk bui.

Dengan menggunakan tongkat, Ghuan Seng datang ke Malporesta sekitar pukul 10.15 wib. Ia langsung maauk ruang Pidum Polres Tanjungpinang dengan didampingi oleh seorang pengacaranya, Selasa (23/2/21). 

Saat dijumpai media, Ghuan Seng tidak mau berkomentar banyak, dan saat dikonfirmasi terkait kedatangannya ke MalporesTanjungpinang dijawab oleh kuasa hukumnya. “Nanti ya kami belum makan, kami pergi makan dulu,” katanya.

Laporan atas penipuan Ghuan Seng seorang mantan pengusaha tambang Pasir itu dibenarkan oleh kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra saat dijumpai beberapa awak media di kantor Reskrim Polres Tanjungpinang.

“Ada laporannya dari terlapor Loren Take yang merasa dirugikan dan ditipu oleh Ghuan Seng terkait kasus jual beli tanah senilai Rp6 miliar. Atas Laporan itu Ghuan Seng terancam kurungan 4 tahun penjara. Walaupun usianya sudah tua hukum tidak memandang itu,” jelasnya.

Terlapor merasa ditipu atas pembelian lahan senilai Rp6 miliar yang dibeli bukan dari pemilik si penjual dan kasusnya sudah naik dalam perdata. Dalam aset sengketa Guan Seng menjual lahan terhadap Loren Take. Dan perolehan dari pengguasaan tanah itu didapat dari orang lain atas nama orang lain yang menggadaikan tanah terhadap Ghuan Seng

“Itu kasus penipuan sesuai pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. Hari ini kita sudah lakukan pemeriksaan, kita kaji kembali dan kita lihat hasilnya kasus ini mana yang terbaik baru bisa kita putuskan,” pungkasnya.(cr11)