Waspada, Tiap Hari Ada Kebakaran Hutan di Tanjungpinang

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG- Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang seperti tidak ada habisnya. Kini salah satunya lahan milik warga di Kampung Bebek Kelurahan Senggarang habis terbakar, Jumat ( 19/02 ).

Dikarenakan angin yang sangat kencang membuat kobaran api semakin membesar, sehingga menimbulkan asap kabut dan mengganggu penglihatan warga. Tampak Warga sekitar dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Senggarang dan Kepala DPKP Tanjungpinang turut membantu padamkan kobaran api lahan di RT 01 RW 05  yang semakin luas melebar.

Ketua RT Kampung Bebek RT 01 RW 05 Kelurahan Senggarang Maryono mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa api sudah melebar dengan luas 

BACA JUGA WAK:  Hari Pertama Berkantor, Bupati dan Wabup Asahan Dipakaikan Tanjak dan Selempang

” Saya dapat informasi bahwa lahan tersebut sudah terbakar sekitar pukul 14: 00 Wib tadi sehingga saya turun ke lokasi api sudah membesar, daerah sini memang sudah menjadi langganan tiap tahunnya terjadi kebakaran lahan mas ” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Hantoni Menjelaskan informasi dari Bapak Raynal yang merupakan Team  Balakar Kampung Bugis dan Senggarang terkait adanya Kebakaran lahan di Kampung Bebek 

Berdasarkan informasi Bapak Raynal salah satu Team Balakar Kampung Bugis dan Senggarang sekitar pukul 14 : 30 Wib adanya Kebakaran lahan sekitar lima Hektare milik Bapak Acheng, Solihin dan Harsono, kemudian Hantono langsung mengerahkan team untuk segera ke TKP dengan menurunkan empat Armada Pemadam Kebakaran. Satu unit 6 ( enam ) ton, dua unit 4 ( empat ) ton dan satu unit 3 ( tiga ) ton, kemudian tim Damkar melakukan pemadaman menggunakan selang berat 2,5 meter dengan panjang 10 meter dan selang ukuran 1,5 meter dengan panjang 30 meter sehingga total selang yang di gunakan 12 selang untuk proses pemadaman dan Api bisa di padamkan pada pukul 16 : 30 Wib.

BACA JUGA WAK:  Propam Polres Tanjungpinang akan Tindak Tegas Polisi yang Masuk Tempat Hiburan

Hantoni juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak ada yang membakar sampah pada saat musim kemarau dan angin kencang saat ini yang dapat menimbulkan kebakaran.

” Kita sudah beberapa kali memberikan himbauan kepada masyarakat  kota Tanjungpinang dengan situasi tidak menentu kami berharap jangan ada yang bakar sampah atau buka lahan dengan cara di bakar sehingga dengan situasi seperti ini bisa memicu kebakaran. Apabila dengan sengaja melakukan pembakaran tersebut ada unsur pidana dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di pasal 65 ayat 1 Huruf h  ( barang siapa yang sengaja membakar atau membuka lahan dengan sengaja atau melakukan aktivitas kebakaran lainnya ) akan dikenakan sanksi penjara  minimal 3 tahun dan maksimal 10 Tahun dan denda paling sedikit  Rp 3 Milyar dan paling banyak 10 Milyar, ” tegas Hantoni.(cr11)