Bauksit Sudah Habis, Dana Reklamasinya Mulai Dipersoalkan

Andi Cori

KEPRIMEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Tambang bauksit yang marak terjadi beberapa tahun lalu di Tanjungpinang kini menyisakan lahan gersang dan tidak dipulihkan oleh pengsuaha tambang. Bahkan kini mencuat kasus hutang piutang kasus pengijauan lahan ekstambang. Salah satu warga Andi Cori berencana hari ini akan melaporkan direktur I PT Syahnur, Syahjoni dan kuasa direksinya Budi Santosa ke Mapolres Tanjungpinang. Andi Cori merasa ditipu dengan kerugian puluhan juta rupiah oleh pihak PT Syahnur, salah satu pengusaha tambang.

BACA JUGA WAK:  Silaturahmi dengan Ansar-Marlin, Suhajar Sampaikan Pesan Jokowi

”Uang yang dipinjam dari saya dipergunakan untuk membantu pencairan Dana Jaminan Pemulihan Lingkungan (DJPL) oleh PT Syahnur di Tanjung Muncu. Dan dijanji akan dikembalikan jika sudah dapat uang DJPL tersebut dan itu sudah dua kali dilakukan ya bahkan tidak ada etikat baiknya untuk membayar hutangnya.”katanya.

Menurut Andi, masih banyak lagi korban lainnya yang ditipu oleh Budi. Dalam laporan ini Andi akan mengungkapkan kepada polisi untuk mengusut dugaan KKN dalam pencairan Dana Jaminan Pemulihan Lingkungan (DJPL).

BACA JUGA WAK:  Grup Putri Kota Kisaran Barat Juara I Festival Nasyid Asahan

Karena, menurut Andi Cori, pencairan DJPL itu terindikasi adanya KKN yang melibatkan berbagai pihak termasuk Badan Pengelola Kawasan Free Trade Zone (BPK FTZ) Provinsi Kepri bahkan unsur terkait pemerintahan secara vertikal ikut terlibat.

“Pencairan dana tersebut telah melanggar peraturan menteri ESDM tentang penempatan deposito DJPL harus di Bank Nasional. Karena harus dipindahkan dulu ke bank nasional baru bisa dicairkan. Tidak bisa bank daerah (BPR Bestari). Bahkan Perusahaan itu sudah mati dan di duga perijinannya juga mati.

BACA JUGA WAK:  SMSI Kepri SK-kan Pengurus SMSI, Batam, Bintan, Lingga dan Natuna

Sore hari ini Andi Cori Patahuddin akan kembali menyiapkan berkas berkas laporannya terkait kasus penipuan yang menimpa dirinya.(cr11)