Sabu 4 Kg di Tanjungpinang Pesanan Napi Babel

Sidang kasus sabu-sabu 4 kg di PN Tanjungpinang.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – BNN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap kasus pengedaran sabu dan menyita narkoba jenis sabu seberat 4 kilogram di pelantar pelabuhan rakyat Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu 20 September 2020 lalu.

Kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungpinang dan menghadirkan tiga orang terdakwa yang telah terbukti melakukan kesepakatan jahat yang saling berkaitan, namun untuk berkas terdakwa tersebut di split atau dipisahkan.

Jaksa Penuntut Umum Shanty SH membacakan berkas dakwaan masing-masing terdakwa yaitu Anton Junaidi Als aan warga Tanjung Balai Karimun alamat jalan kuantan ditangkap tanggal 20 Sep 2020 dan terdakwa Amril warga penyengat pekerja sebagai buruh harian lepas dan Hasan warga Wakatobi Sulawesi Tenggara ditangkap pada tanggal 21 September 2020 ditempat yang berbeda.

BACA JUGA WAK:  Bupati Apri Berangkat ke Jakarta, Jubir KPK: Saya Belum Dapat Info Pemeriksaan Beliau

Dalam dakwaan tersebut terdakwa Anton menyatakan bahwa sabu seberat 4 kilogram itu adalah pesanan dari Lapati seorang napi dari Lapas Bangka Belitung. Terdakwa Amril selaku kurir yang membawa barang narkotika jenis sabu itu.

Pengacara M Nur ditunjuk hakim untuk mendampingi para terdakwa pada sidang dikarenakan beratnya ancaman ketiga para terdakwa , Kamis (4/2/31).

“Karena acaman terdakwa lebih dari 15 tahun maka kami majelis hakim menunjukan penasehat hukum. Dan itu wajib di Pengadilan Negeri. Dengan menunjukan penasehat hukum pihak keluarga harus mengajukan surat keterangan miskin darii daerah masing-masing dari Lurah atau Kepala Desa,” kata Majelis Hakim.

BACA JUGA WAK:  SMSI Kepri SK-kan Pengurus SMSI, Batam, Bintan, Lingga dan Natuna

Kronologi penangkapan tersebut berawal pada Minggu 20 September 2020, sekitar pukul 06.00 WIB, petugas BNNP Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di pelantar pelabuhan rakyat Pulau Penyengat akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis sabu yang diduga berasal dari Malaysia.

Selanjutnya sekira pukul 09.00 WIB, petugas BNN Provinsi Kepri berangkat menuju ke lokasi, dan sekitar pukul 12.00 WIB, petugas melihat seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri yang dimaksud dan langsung melakukan penangkapan.

Saat petugas menangkap pria tersebut, petugas mendapati ada satu buah tas punggung berwarna hijau yang di dalamnya terdapat empat bungkus makanan dan minuman yang diduga didalam bungkusan tersebut adalah berisikan narkotika golongan I jenis sabu.

BACA JUGA WAK:  Silaturahmi dengan Ansar-Marlin, Suhajar Sampaikan Pesan Jokowi

Terdakwa Amril mengaku diperintah oleh seseorang berinisial Anton yang berada di Tanjungpinang, untuk melakukan transaksi barang haram tersebut.

“Kemudian sekitar pukul 12.45 WIB petugas melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap Amril yang saat itu sedang berada di pinggir Jalan Jawa, Kota Tanjungpinang,” dalam dakwaan JPU.

Tersangka Amril mendapat telepon dari orang yang mengaku bernama S yang berada di Jakarta untuk mengantarkan sabu-sabu tersebut kepada seseorang bernama Hasan, senin (21/09/20) pukul 10.00 Wib

“Pada pukul 13.50 WIB, petugas melakukan Control Delivery (CD) dan melakukan penangkapan terhadap Hasan di depan tong sampah yang berada di jalan perumahan indah di Sungai Lekop, Bintan Timur,” lanjutnya. Sidang di tunda tanggal 10 Februari 2021 mendatang.(cr11)