Atasi Banjir di Perum Gesya, Para Pemilik Lahan Sepakat Hibahkan Lahan untuk Drainase

Dialog warga dengan pihak developer serta para pemilik lahan di sekitar perumahan Gesya Gurindam 2 di Kantor Walikota.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang memanggil pihak PT  Prima Karya Asih selaku pengembang perumahan Gesya Gurindam 2 dan beberapa pemilik lahan di sekitar perumahan itu karena daerah tersebut menjadi wilayah rawan banjir. Walikota Tanjungpinang Rahma mengundang mereka dialog di Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis siang (4/2) untuk membahas masalah banjir yang selalu terjadi.

Dari laporan warga ke Walikotabanjir terjadi karena permasalahan lahan dan pembangunan drainase yang asal-asalan. Selain itu ada juga laporan karena banjir menyerobot lahan warga serta pengrusakan lahan warga di sekitar perumahan yang bisa menyebabkan terjadinya banjir setiap hujan deras.

BACA JUGA WAK:  Tak Bermasker, 27 Orang Disuruh Nyapu Jalan Raya Sepanjang 1 KM

Walikota Tanjungpinang, Rahma mengatakan pertemuan tersebut untuk mencari solusi agar permasalahan yang terjadi antara warga dan developer dapat diselesaikan  segera.

“Saya hanya ingin mencari solusi agar masalah drainase dan lahan ini segera teratasi semua sama-sama diuntungkan baik developer dan warga,” ucap Rahma.

Rahma menegaskan, pihak developer wajib menyelesaikan tanggung jawabnya membangun drainase paling lambat 31 Mei 2021. “Saya minta pihak developer menyelesaikan pembangunan drainase sesuai dengan waktu dan ukuran yang sudah kita sepakati. Nanti saat pembangunan dilakukan akan ada pengawasan oleh pemerintah yaitu dari Dinas PUPR,” tegas Rahma.

BACA JUGA WAK:  Tak Bermasker, 27 Orang Disuruh Nyapu Jalan Raya Sepanjang 1 KM

Plt. Kepala Dinas PUPR, Zulhidayat, menyampaikan, kesepakatan bersama drainase ini agar dibebaskan lahan selebar 3 meter, dengan masing masing pemilik lahan akan menghibahkan lahan 1.5 meter bersih untuk dibangun drainase dan batu miring. Setelah itu baru pihak developer membangun kembali drainase tersebut, sepanjang 125 meter. Sedangkan PU akan melanjutkan 2 km,  tentunya akan diawasasi oleh Dinas PUPR agar pembangunan drainase sesuai tekhnis dan drainase yang  dibangun tetap kuat dan bertahan lama,” ujar Zul.

BACA JUGA WAK:  Tak Bermasker, 27 Orang Disuruh Nyapu Jalan Raya Sepanjang 1 KM

Menurutnya pihak pemilik lahan, sebenarnya tidak ada masalah banjir jika para pemilik lahan menyediakan lahan untuk pembangunan drainase.

“Kami selaku pemilik lahan mengucapkan terima kasih  kepada  Bu Rahma karena bisa membantu kami sebagai rakyat kecil untuk mendapat keadilan,” ungkap Rida.(*/tnt)