Ketua Komisi I DPRD Natuna Cek Protokol Kesehatan di SDN 012 Ranai

Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar meninjau proses belajar tatap muka di sekolah.

KEPRINEWS.CO.ID, NATUNA – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Wan Arismunandar meninjau proses belajar tatap muka di sekolah yang dimulai Senin, 4 Januari 2021.

Kali ini, Wan Aris melakukan peninjauan di SDN 012 Ranai. Sebelum memasuki areal sekolah Wan Aris melakukan cuci tangan dan dicek suhu tubuhnya oleh salah satu guru dan setelah itu Wan Aris menuju Ruang Majelis Guru.

Di Ruang Majelis Guru, Wan Aris berbincang dengan salah satu Wali Kelas Ibu Niar, Wan Aris menanyakan apakah prosedur protokol kesehatan semuanya dipenuhi sebelum siswa dan guru masuk ke lingkungan sekolah.

BACA JUGA WAK:  SMSI Hadir Sampai di Perbatasan Indonesia

“Pastikan siswa dan guru sebelum masuk ke areal sekolah melakukan tahapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Wan Aris juga menanyakan apabaila ada siswa yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tindakan apa yang diambil oleh pihak sekolah.

Ibu Niar menjawab, di sekolahnya memang penerapan protokol kesehatan sangat ketat dilaksanakan, apabila ada siswa atau guru yang kedapatan tidak membawa masker, maka yang bersangkutan tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah.

BACA JUGA WAK:  SMSI Hadir Sampai di Perbatasan Indonesia

Selanjutnya Ibu Niar menyampaikan angka kehadiran di sekolahnya cukup tinggi untuk para guru hampir 100% sedangkan siswa masih 80%.

“Yang belum hadir ada yang masih diluar daerah ada juga yang masih melakukan isolasi,” terangnya.

Selanjutnya Wan Aris mengecek saran dan prasarana protokol kesehatan yang terdapat disekolah seperti termogun, tempat mencuci tangan dengan air mengalir sebelum dia memasuki salah satu ruangan tempat siswa belajar, disana dia kembali menekankan kepada siswa untuk selalu menggunakan masker. “Jangan berkerumun, selalu mencuci tangan dengan air mengalir,” pesannya.

BACA JUGA WAK:  SMSI Hadir Sampai di Perbatasan Indonesia

Terakhir Wan Aris menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan pengawasan kepada sekolah-sekolah yang telah memutuskan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Akan kami lakukan pemantauan, secara acak untuk memastikan tidak ada sekolah yang bermain-main dengan protokol kesehatan,” tutupnya.(her)