Cara Mencegah Perang Harga Vaksin Corona di Dunia

KEPRINEWS.CO.ID, JAKARTA – Saat ini ketersediaan vaksin virus Corona sebagian besar diproduksi oleh perusahaan yang bergerak di industri farmasi yang mempunyai skala bisnis dalam pengembangnya.

Oleh karena itu perusahaan manapun yang telah lolos uji klinis dan efektivitasnya pasti akan berkuasa menentukan harga vaksin Corona yang mereka temukan. Untuk itu diperlukan cara supaya tidak terjadi perang harga dalam pengadaan vaksin virus Corona.


Untuk mencegah terjadinya yang tersebut dan menjamin ketersediaan vaksin, sebuah Aliansi Global yang menangani mengenai vaksin dan imunisasi yaitu GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization) yang merupakan lembaga kemitraan publik dan swasta di skala internasional.


GAVI sendiri telah aktif sejak tahun 2000 berfokus pada vaksinasi anak-anak di seluruh dunia. GAVI merencanakan mekanisme yang akan menguntungkan negara-negara yang kurang mampu dan disisi lain tidak merugikan perusahaan produsen vaksin yang bersedia melakukan kerja sama dengan COVAX.


Kebijakan Organisasi Dunia Dalam Mencegah Perang Harga Vaksin


COVAX adalah program dari PBB yang didirikan dan dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Aliansi Vaksin GAVI, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), serta Yayasan Bill dan Melinda Gates yang akan memberikan insentif pendanaan pada perusahaan industri farmasi yang memproduksi vaksin virus Corona.


Menurut perencanaan, ketika vaksin telah ditemukan dan telah lolos uji klinis dan efektivitasnya dan disetujui oleh WHO makan vaksin tersebut akan dijual dengan mekanisme harga bertingkat.


Pada negara yang memiliki kondisi keuangan yang terbilang rendah akan mendapatkan vaksin dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan negara maju yang memiliki kondisi keuangan negara yang tinggi untuk produk vaksin yang sama.

Dengan begitu dapat mencegah terjadinya perang harga vaksin di dunia karena sebagian besar pengembang vaksin virus Corona merupakan perusahaan komersial. Mengingat proses pengembangan vaksin yang rumit dan membutuhkan teknologi yang tidak murah sehingga perusahaan-perusahaan tersebut juga membutuhkan modal yang tidak s
edikit.

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual

bulan Juli lalu, GAVI mengumumkan akan ada 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah yang bisa mendapatkan vaksin virus Corona dengan harga lebih murah di saat yang bersamaan dengan negara-negara kaya lainnya.


Dalam pernyataannya pada website resmi GAVI, COVAX akan memastikan tidak ada negara yang tertinggal dalam melakukan vaksinasi ketika vaksin telah ditemukan dan disetujui oleh WHO. Oleh karena itu negara-negara maju dihimbau untuk melakukan pendanaan dalam pengadaan vaksin di negara berkembang.


Di akhir tahun 2021 diharapkan akan tersedia sekitar dua miliar dosis vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi kepada 20 persen populasi penduduk yang diprioritaskan kepada pekerja medis dan karangan masyarakat yang paling rentan terinfeksi virus Corona di 92 negara berekonomi lemah dan menengah yang tergabung dalam program COVAX.

Pendanaan Produksi Vaksin untuk Virus Corona



Pada tanggal 25 Agustus lalu, sebanyak 172 negara membahas mengenai Inisiatif COVAX, serta terdapat 80 negara berpenghasilan tinggi yang mampu melakukan pendanaan mengenai produksi vaksin yang akan menanggung biaya distribusi vaksin ke 92 negara berekonomi lemah dan menengah.


Beberapa dari 80 negara tersebut diantaranya adalah Inggris, Uni Emirat Arab, Swiss, Singapura, Arab Saudi, Qatar, Norwegia, Selandia Baru, Yordania, Jepang, Israel, Yunani, Finlandia, Kanada, Brasil, dan Argentina.


Menurut informasi yang diumumkan pada akhir bulan Juli 2020 lalu ada sembilan vaksin yang termasuk kedalam daftar vaksin yang akan didukung pendanaannya oleh CEPI (COVAX) untuk pelaksanaan riset dan pengembangan. Beberapa diantaranya yaitu Inovio, Moderna, CuraVac, Novavax, Clover Biopharmaceutical.

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual


Itulah tadi cara menekankan perang harga vaksin virus Corona di dunia yang diupayakan oleh kumpulan organisasi internasional yang peduli akan pelaksanaan vaksinasi di negara-negara tertinggal dan berkembang. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah memutuskan untuk menggratiskan proses vaksinasi untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah disampaikan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Desember 2020 lalu.

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual


Apakah Anda membutuhkan informasi terupdate mengenai vaksin virus Corona? takut termakan informasi palsu mengenai vaksinasi, di aplikasi Halodoc Anda akan disuguhkan informasi yang akurat dan lengkap seputar vaksin virus Corona dan informasi kesehatan lainnya.

Aplikasi halodoc juga akan membantu Anda dalam mencari solusi tentang masalah kesehatan pada tubuh Anda melalui layanan konsultasi secara virtual tanpa perlu repot bepergian keluar rumah. ( Kepri News /fqn)