Tradisi ‘Guar Bumi’ Warga Majalengka, Rutin Digelar Tiap Tahun

KEPRINEWS.CO.ID, MAJALENGKA – Guar Bumi sebuah tradisi masyarakat di Kabupaten Majalengka. Sebagai kebiasaan atau adat istiadatnya, warga melakukan tradisi itu (Guar Bumi) sebagai bentuk rasa syukur mereka (warga) ketika akan memulai bercocok tanam dengan harapan mendapat hasil yang melimpah. Ritulnya digelar rutin setahun sekali, tepatnya menjelang awal menanam padi sebelum datang musim hujan. Sesuai adat istiadat, makanan pokok dalam tradisi ritual ini adalah nasi tumpeng.

Dalam acara tersebut, Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso yang diwakili Kabagren Polres Majalengka KOMPOL Cucu Supiar. Syukuran Guar Bumi, berlangsung di Desa Weragati Kecamatan Palasah, Kabulaten Majalengka, Senin (26/10/2020).

Dengan mengusung tema Mengguar Potensi Inovasi Jeung Jati Diri Ngawujuddkeun Desa Mandiri Nu Ngariksa Adat Jeng Budaya Pikeun Majalengka Raharja.

Tujuan kegiatan tradisi ini agar hasil tanaman ke depan tumbuh subur dan hasilnya sangat memuaskan. Dalam ritual ini doa dipimpin tokoh agama memohon ridho dari Allah SWT, agar dalam bercocok tanam menghasilkan panen yang berkah dan melimpah.

Dalam menjaga sinergitas dengan masyarakat Kapolres yang diwakili Kabagren Polres Majalengka selalu hadir ditengah tengah masyarakat di setiap kegiatan apapun. Kali ini Kabagren beserta anggota Polsek Palasah menghadiri tradisi sukuran Guar Bumi di balai Desa Weragati Kecamatan Palasah, Majalengka.

KOMPOL Cucu Supiar menyampaikan, kegiatan ini sudah merupakan agenda tahunan atau menjadi rutinitas setiap tahun. “Kami dari Kepolisian di samping melaksanakan pengamanan juga untuk selalu dekat dengan masyarakat” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut tak lupa Cucu Supiar, memberikan himbauan dan mensosialiasikan 3M atau Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, kepada warga masyarakat Desa Waragati agar menggunakan masker guna mengantisipasi penyebaran wabah Covid -19, tegas Kabagren.

Selain itu Kabagren juga mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan anjuran pemerintah dalam rangka upaya percepatan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, yang sangat berbahaya dan menyebar khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka, pungkasnya. (*)

(Rony/haluanindonesia.com)