Warga Ramai-ramai Selamatkan Hiu Paus yang Terdampar

Warga Pantai Hena, Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain mendorong hiu paus agar kembali ke tengah laut.
Warga Pantai Hena, Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain mendorong hiu paus agar kembali ke tengah laut.

KEPRINEWS.CO.ID, ROTE NDAO –  Seekor hiu paus (Rhincodon typus) terdampar di Pantai Hena, Desa Kolobolon, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, akhir September silam. Hiu paus yang biasa disebut masyarakat sebagai hiu bodoh ini terdampar karena terjerat jaring nelayan setempat. Seekor Hiu Paus ini panjangnya sekitar 4 meter dan dalam kondisi masih hidup.

Pihak Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang yang mednapat informasi ada hiu paus terdampar langsung menuju lokasi kejadian yang berada di wilayah Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, namun Hiu Paus yang sempat terdampar sudah berhasil ditarik ketengah laut atas bantuan masyarakat setempat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Hendra Yusran Siry mengapresiasi masyarakat yang telah menyelamatkan hiu paus tersebut.

“Tindakan cepat dari masyarakat Rote Ndao dalam menyelamatkan Hiu Paus yang terdampar tentu mesti diapresiasi. Masyarakat turun tanpa berharap imbalan karena masyarakat langsung tergerak menyelamatkan biota laut ini. Ini artinya kesadaran masyarakat makin bagus,” ujar Hendra di Jakarta (6/10).

 Menurut Hendra, kesadaran masyarakat untuk melindungi ekosistem dan biota laut adalah salah satu kunci penting dalam mengelola Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) TNP Laut Sawu yang efektif.

“Ini hal penting karena masyarakat pesisir adalah kelompok yang bersinggungan dan memanfaatkan langsung sumber daya pesisir di wilayah TNP Laut Sawu,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menyebutkan hiu paus memang sering terjerat jaring nelayan karena geraknya yang lambat.

“Biota laut satu ini adalah jenis ikan terbesar di dunia. Bergerak cukup lambat serta cenderung tidak takut dengan manusia sehingga sering tersangkut di jaring nelayan. Hiu Paus hidup dengan memakan zooplankton, telur ikan, dan ikan-ikan kecil,” ungkap Imam di Kupang.

Sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus), hiu paus merupakan salah satu biota laut yang dilindungi penuh oleh pemerintah karena saat ini keberadaanya terancam punah. (*/arl)