53 Tokoh Pembentukan Provinsi Kepri Dapat Penghargaan, Nama Ansar Ahmad Tak Muncul

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepri bakal memberikan penghargaan kepada 53 tokoh yang berjasa atas pembentukan Provinsi Kepri. Penyerahan hadiahnya akan berlangsung Pada Kamis (24/9/2020) di Gedung daerah. penyerahan hadiah itu akan disejalankan dengan kegiatan Upacara Peringatan Hari Jadi ke-18 Provinsi Kepri. Dalam Undangan yang ditandatangani Sekdaprov Kepri Arid Fadillah itu disebutkan 53 nama tokoh yang akan mendapatkan penghargaan dan diminta datang mengenakan baju kurung dan memakai tanjak untuk pria.

Melihat deretan nama yang akan mendapat penghargaan, ternyata nama Ansar Ahmad tak muncul. Hal ini membuat Ketua GM Bawas Pembangunan Provinsi Kepri Basarudin Idris meradang.

BACA JUGA WAK:  Grup Putri Kota Kisaran Barat Juara I Festival Nasyid Asahan

Menurut Basarudin Idris, Ansar Ahmad cukup beliau berjasa dalam pembentukan Provinsi Kepri dan hal yang aneh jika Anggota DPR RI Dapil Kepri itu tidak mendapat penghargaan.

“Ansar Ahmad saat itu menjabat sebagai Kabag Ekonomi Kabupaten Bintan,” katanya kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/9/2020).

Menurut pria yang biasa disapa Tok Oom ini, diantara 53 nama yang muncul dapat penghargaan itu bahkan ada yang kami dari GMBP3KR maupun BP3KR kabupaten,kota tak kenal, Namun Tok Oom tak mau menyebut siapa tokoh itu.

“Ini mau Pilkada. Pandangan politik boleh berbeda tapi tolong ingat dan lihat yang sudah bertungkus lumus dalam pembentukan Provinsi Kepri ini. Sosok Ansar Ahmad selalu beriring dengan almarhum Bang Mursal. Termasuk peranan Bang H. Fauzi Helmi sebagai Kadishub Kabupaten Bintan,” sebutnya.

BACA JUGA WAK:  Bupati Apri Berangkat ke Jakarta, Jubir KPK: Saya Belum Dapat Info Pemeriksaan Beliau

Bahkan Tok Oom mereview tragedi Samsat saat perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. Beliau mengaku sempat masuk penjara dan malamnya para orang tua yang sebagia sudah meninggal seperti H. Fauzi Saleh, Muktarsilin dan Rusli Silin datang membawa kasur serta perlengkapan lainnya. Bahkan sebagian orang tua itu menemani tidur dalam sel. “Nah kenapa saat ini tidak ada lagi hal empati seperti ini kepada kami,” ujarnya.

BACA JUGA WAK:  Gelar Syukuran, Masyarakat 'Upah-Upah' Bupati dan Wakil Bupati Asahan

Sementara itu Huzrin hood  saat diwawancara via telepon menyebutkan nama 53 orang tersebut memang usulan dari BP3KR. Hanya saja Tok Oom menyatakan nama-nama itu beda dengan apa yang disampaikan kepada GM BP3KR.

“Intinya kawan-kawan di GM BP3KR tidak pernah diminta pendapat tentang 53 nama tersebut.

Dari 53 nama ini masih ada yang belum layak. Bahkan, maaf cakap mereka timses semua. Intinya kami GM BP3KR dan BP3KR Kabupaten Kota yang tau siapa yang berjasa,” kata Tok Oom. (fkn)

direvisi pukul 19.30 WIb, Selasa (22/9/2020)