SPP SMA Sederajat di Kepri Gratis Tiga Bulan

Plt Gubernur H Isdianto serahkan anggaran penangan Covid-19 ke Pemko Tanjungpinang diterima Walikota H S yahrul.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG- Plt Gubernur H Isdianto mengeluarkan kebijakan untuk  meringankan beban masyarakat dengan menggratiskan beban SPP anak sekolah.

Mulai April ini, hingga tiga bulan ke depan, pembayaran SPP SMA, SMK dan SLB negeri di Kepri akan digratiskan. Dinas Pendidikan diminta menuntaskan teknisnya dan segera dilaksanakan.

“Kebijakan ini harus langsung dieksekusi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus semakin meringatkan masyarakat. Terlebih dalam kondisi saat ini,” kata Isdianto usai Rapat Koordinasi Penanganan Wabah Covid-19 di Rupatama, Dompak, Tanjungpinang, Minggu (5/4).

BACA JUGA WAK:  Gubernur Ansar Ajak Jaga Harmonisasi Karena Pemulihan Kekacauan Butuh Waktu yang Lama dan Biaya Besar

Dengan pembebasan pembiayaan SPP ini, Isdianto berpesan agar pelajar semakin fokus belajar di rumah. Aktivitas-aktivitas belajar baik tugas maupun googleclasroom tetap meningkatkan pengetahuan anak-anak.

Pun mereka tidak perlu memikirkan harus membayar uang SPP tiap awal bulan hingga Juni nanti.

Malah dalam arahanya saat rakor tersebut, Isdianto pun fokus pada penanganan dampak ekonomi terutama agar dunia usaha daerah masing masing tetap hidup.

BACA JUGA WAK:  Gubernur Ansar Ajak Jaga Harmonisasi Karena Pemulihan Kekacauan Butuh Waktu yang Lama dan Biaya Besar

Fokus itu antara lain pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah dan menekan dampak panic buying.

Pemberian insentif berupa: Pengurangan/Pembebasan pajak daerah, Perpanjangan waktu kewajiban perpajakan dan kewajiban pembayaran dana bergulir.

Serta pemberian Stimulus berupa penguatan modal usaha kepada pelaku UMKM dan mikro yang terkena langsung dampak ekonomi akibat Covid-19.

BACA JUGA WAK:  Gubernur Ansar Ajak Jaga Harmonisasi Karena Pemulihan Kekacauan Butuh Waktu yang Lama dan Biaya Besar

Isdianto sudah merancang penyediaan jaring pengaman sosial yaitu pemberian hibah/bansos dalam bentuk uang dan/atau barang kepada masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial seperti keluarga miskin, pekerja sektor informal/harian dan masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat terdampak Covid-19.

“Kami masih menunggu data dari daerah,” kata Isdianto.(*/rls)