Beasiswa S3 Kemendikbud Dikti Bermasalah, yang Juara Tak Kebagian

Foto-Istimewa (Set DPR RI) Dede Yusuf

KEPRINEWS.CO.ID – Seleksi penerima beasiswa Kemendikbud Dikti mendapat sorotan dalam pembahasan Komisi X DPR RI dengan Aliansi Mahasiswa Doktor Nusantara (AMDN) dan Aliansi Mahasiswa Doktor Indonesia (AMDI) Kamis (30/1/2020). Ada yang mendapat beasiswa padahal urutan terbawah. Sementara yang mendapat rangking satu tak namanya dicoret hingga tak dapat beasiswa.

Hal itu terkuak dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf di Gedung Nusantara I, Senayan.

Selain itu, distribusi beasiswa juga dinilai tidak transparan dan tak berkeadilan. Akibatnya, banyak mahasiswa S3 penerima beasiswa putus kuliah karena beasiswanya diputus. Baik AMDN maupun AMDI berisi para mahasiswa S3 yang putus kuliah dan terancam putus kuliah karena beasiswanya juga dihentikan sepihak oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud.

BACA JUGA WAK:  HARRIS Resort Barelang Batam Raih Juara 1 Lomba Masak Ayam Saus Peri-peri se kota Batam

“Ada keluhan dari AMDI dan AMDN soal beasiswa khusus S3 yang mandeg. Kebetulan Kemendikbud Dikti belum punya pejabat definitif. Saat ini pejabatnya yang terisi baru Sekjen dan Irjen. Mereka belum bisa mereposisi anggarannya. Realokasi anggaran ke direktorat tertentu baru diputuskan di Komisi X setelah tanggal 20-27 Februari. Pemerintah, kita imbau agar segera menyelesaikan anggaran beasiswa,” kata Dede seperti dikutip laman portal DPR RI.

BACA JUGA WAK:  Semua Jemaah Umrah Indonesia Bakal Dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede

Nugroho dari AMDN di hadapan Komisi X DPR RI mengungkapkan temuannya. Menurutnya, di kampus UGM, ada mahasiswa yang tidak lulus seleksi S3 malah dapat beasiswa. Sementara yang lulus malah tidak dapat. Mayoritas mahasiswa S3 yang tergabung dalam aliansi ini adalah dosen yang gaji relatif rendah, mulai Rp800 ribu sampai Rp1,8 juta per bulan. Tanpa bantuan beasiswa, mereka tak akan mampu melanjutkan kuliah untuk meraih gelar Doktornya.

BACA JUGA WAK:  Semua Jemaah Umrah Indonesia Bakal Dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede

Sebagian mahasiswa di daerah yang kuliah di Jakarta terpaksa pulang kampung sejak hilangnya akses beasiswa. Ada lagi kasus penerima beasiswa yang tidak sesuai ranking penerimaan seleksi. Yang ranking 3 saat seleksi malah dapat beasiswa, sementara yang menempati ranking satu malah tidak dapat. Kejanggalan-kejanggalan ini jadi temuan Komisi X DPR RI yang akan disampaikan ke Kemendikbud Dikti. (*1/art)