Guru Pedofilia di Karimun Puluhan Kali Perkosa Siswi-siswinya

    Mapolres Karimun

    KEPRINEWS.CO.ID – Nafsu syahwat guru satu ini tidak lazim. Tenaga pengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Karimun, Kepri yang ini demen melampiaskan hasrat bejatnya pada gadis yang sedang beranjak remaja.

    Korban-korbannya gadis yang beranjak remaja yang berusia 13 hingga 16 tahun. Semakin korban merasa kesakitan oknum guru satu ini semakin ketagihan. Bahkan, dari pemeriksaan polisi ia sudah puluhan kali mencabuli santrinya. Lokasi pencabulannya juga ia selalu lakukan di toilet tempatnya mengajar.
    Sepandai-pandainya ia menyimpan bangkai, bau busuk tercium juga. Sepintar-pintarnya ia mengancam korban, kini si pedofil yang sudah berusia 53 tahun ini kena batunya juga.

    BACA JUGA WAK:  Ternyata Peringatan Dini Gunung Semeru Tak Berfungsi


    Peristiwa ini terungkap dari laman portal komisioner perlindungan anak provinsi Kepri.


    Pedofil ini berinisial Abr. Sudah dua siswi yang mengaku selalu diperkosa Abr.
    Tidak menutup kemungkinan korban lebih dari dua. Kini perkarnya sedang dalam penyidikan Polres Karimun.
    Saat diintrogasi polisi, pelaku mengaku sudah sekitat sepuluh kali memperkosa murid-murid perempuannya.
    “Dari penyidikan kita sementara ini, aksinya yang terungkap dari Maret sampai Desember 2019,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono saat ekspos pengungkapan kasus pencabulan, Senin (27/1/2020).
    Pelaku punya trik licik agar pelaku bisa bebas melakukan aksinya.

    BACA JUGA WAK:  Ternyata Peringatan Dini Gunung Semeru Tak Berfungsi

    Abr memerintahkan murid yang diincarnya untuk membantunya beres-beres selepas mengajar. Setelah rekan-rekannya pulang, pelaku mengajak korbannya
    Ke toilet. Di bawah ancaman, ia melakukan niat jahatnya.
    Setelah memperkosa baru muridnya yang menjadi korbannya disuruh bersih-bersih lalu diperbolehkan pulang.
    Celakanya, Pelaku yang ketagihan meminta korban-korbannya untuk mengulangi lagi. Kalau korban menolak, pelaku akan mengancam memyebarkan kalau korban sudah tidak suci lagi.

    Ancaman pelaku pada korban ini berhasil ditemukan polisi dari pesan elektronik yang ia kirim ke korban-korbannya.
    “Ada chat ancaman. Pelaku mengancam jika korban tidak mau,” terang Herie.

    BACA JUGA WAK:  Ternyata Peringatan Dini Gunung Semeru Tak Berfungsi

    Petualangan bejat oknum guru ini terungkap setelah salah satu korbannya mengalami sakit di bagian kelaminnya. Hal itu diketahui orang tua korban hingga kisah pilunya itu
    Ia ceritakan.

    Akhirnya korban melaporka. Hal itu ke pihak kepolisian. Kini Abr disangkakan melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun. (Kepri News / z)