Waspada, Sucopindo Loloskan 1078 Kontainer Sampah ke Indonesia

KEPRINEWS.CO.ID – Aparatur yang bertugas di setiap pelabuhan mesti waspada. Pihak PT Sucopindo selaku surveyor yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Perdagangan ternyata meloloskan 1078 kontainer sampah plastik bekas ke Indonesia. 72 diantara 1078 kontainer sampah itu sudah sampai di Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta.

Hal ini terungkap dalam sidak DPR RI Komisi IV DPR RI bersama jajaran KLH dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta PT. Sucofindo di pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara Kamis (23/1/2020).

Tim sidak menemukan 72 kontainer berisi sampah dan limbah yang diduga berbahaya dan beracun yang diimpor dari luar negeri. Sebagian limbahnya akan masuk ke beberapa pelabuhan lain di Indonesia dan diperkirakan ke sejumlah pelabuhan di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga.

Sidak di Tanjungpriok itu diawali dengan membuka dua kontainer. Kontainer ini di dokumen manifesnya disebut barang skrap plastik. Di dokumen itu juga disebutkan untuk bahan baku tanpa sampah dan limbah beracun. 

BACA JUGA WAK:  1 Desember, Warga Indonesia Sudah Boleh Pergi Umroh

Ketegangan sempat terjadi karena pihak importir merasa barang yang dipasok sesuai aturan. Alasannya plastik bekas sampah bahan baku bersih, begitu juga dari Sucofido selaku pihak surveyor. Namun hasil cek tim sidak di lapangan, isi kontainer yang dimaksud berisi sampah plastik kotor dan tercampur dengan bahan-bahan berkategori berbahaya.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, setelah meminta keterangan Sucofindo, sampah-sampah dari luar negeri tersebut diimpor untuk dijadikan bahan baku daur ulang. “Setelah kita cek, isinya sampah. Pihak importir beralasan itu bahan baku untuk recycle (daur ulang). Kalau menurut Peraturan Menteri Perdagangan bahan baku untuk recycle itu harus bahan baku bersih,” kata Dedi di pelabuhan Tanjungpriok kepada wartawan seperti yang dilansir laman portal DPR RI.

Menurut politisi Partai Golkar ini, menurut Peraturan Menteri Perdagangan, bahan baku daur ulang yang masuk ke Indonesia harus sudah dalam kondisi bersih dan tidak seperti bahan baku yang ditemukan di Priok ini.

BACA JUGA WAK:  Kemnaker Ajak Seluruh Kades Tingkatkan Kompetensi Warga Desa

“Ternyata itu sampah dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang di-press (dikemas) kemudian dimasukkan ke kontainer. Ini juga bukan dari TPA kita, tapi TPA di Amerika, Australia, Hongkong. Jadi ini sama aja dengan impor sampah,” sebut mantan Bupati Purwakarta itu.

Legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat VII ini menambahkan, jumlah kontainer yang berisi sampah impor yang sudah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 72 kontainer. Dari informasi yang didapatnya, total keseluruhan sampah impor yang akan masuk ke Indonesia mencapai 1078 kontainer. 

“1078 kontainer berisi sampah seperti ini akan masuk ke pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di 14 titik di Indonesia,” jelasnya.

Dedi juga menyayangkan kinerja Sucofindo yang seharusnya menjadi salah satu filter barang-barang impor yang masuk ke dalam negeri. Pihak Sucofindo dinilai lalai dan membiarkan sampah-sampah masuk dari luar negeri. Menurut Dedi, problem utama Sucofindo sebagai mitra Kementerian Perdagangan untuk melakukan survei dari sisi barang impor ternyata tidak melakukan pemeriksaan. Sucofindo hanya melakukan pemeriksaan administrasi. Komisi IV DPR RI sepakat meminta Sucofindo mengembalikan sampah-sampah impor tersebut ke negara asalnya.

BACA JUGA WAK:  1 Desember, Warga Indonesia Sudah Boleh Pergi Umroh

“Kelalaian Sucofindo dikhawatirkan dapat mengancam keamanan negara. Bagaimana kalau material yang diimpor itu bukan hanya sampah, tapi narkoba. Bagaimana kalau  limbah beracun. Bagaimana kalau senjata. Kita minta putus kontrak karena ini sudah membahayakan negara. Kita  minta dikembalikan ke negara asalnya 1078 kontainer dan ada 63 kontainer yang tidak ada izinnya,” tegas Dedi yang diamini para Anggota Komisi IV DPR RI.

Pada sidak tersebut ada Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono, Anggota Komisi IV DPR RI Riezky Aprilia, Bagus Adhi Mahendra Putra, Sri Wulan, Krisantius Kurniawan, Darori Wonodipuro, Abdullah Tuasikal, Muhtarom, Suhardi Duka, Slamet, Muhammad Syafruddin. Turut mendampingi, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) KLHK,  Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan perwakilan Ditjen Bea Cukai. (tnt)