Ganggu Presiden dan NKRI, Bamsoet: Berhadapan Dengan Kami Pemuda Pancasila

KEPRINEWS.CO.ID – Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo, menyatakan akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI, Pancasila dan Presiden Joko Widodo.

“Kami akan menjelma menjadi preman dan buas kembali manakala ada yang mengganggu kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila dan coba-coba mengganggu Presiden Jokowi selaku kepala negara,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dalam pidato di acara pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta, Sabtu (26/10), yang dibuka langsung Presiden Jokowi. Dikutip dari CNN.

Bamsoet mengatakan, saat ini Pemuda Pancasila bukan organisasi premanisme. Pemuda Pancasila, kata dia, merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan pengetahuan.

BACA JUGA WAK:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi Covid-19 1.000 Prajurit TNI – Polri di Kepri

“Kami bukan lagi organisasi preman biasa, tidak lagi menggunakan golok, tato atau kumis tebal. Kami sekarang lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan dalam menguasai wilayah,” kata Bamsoet.

Dalam acara itu, Presiden mengatakan dengan penerapan ideologi Pancasila diharapkan Indonesia mencapai masa keemasannya dengan memiliki kekuatan ekonomi yang besar.

MPC Natuna Lho Guyss.

“Indonesia harus menjadi negara maju dan di 2045 saat kita merayakan 100 tahun Indonesia merdeka, kita memiliki potensi besar untuk masuk ke 5 besar negara dengan ekonomi terkuat dunia dengan pendapatan per kapita, ini hitung-hitungan para pakar, itu sekitar Rp320 juta per kapita per tahun,” ungkap Jokowi.

BACA JUGA WAK:  Dukung Moya Kelola 25 Tahun Kedepan, Saparuddin Muda : Moya Berikan 20 Milyar Perbulan Ke BP Batam

Kendati demikian, untuk mencapainya juga diperlukan kerja keras dan kerja bersama, serta inovasi agar lebih kompetitif di tingkat global.

Jokowi bersama Japto meresmikan pembukaan musyawarah tersebut dan Presiden juga mendapat kartu tanda kehormatan PP.

“Saya ucapkan selamat bermusyawarah dan dengan mengucap Bismillahirahmanirahim musyawarah besar ke-10 Pemuda Pancasila pada pagi hari ini dibuka,” demikian Presiden.

Selain Presiden Jokowi, turut hadir antara lain Ketua DPD RI, La Nyalla, Menpora, Zainudin Amali, Menteri Koperasi Teten Masduki, Ketum Nasdem, Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin, Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin, Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai, Kasum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto serta mantan Menhan, Ryamizard Ryacudu.

BACA JUGA WAK:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi Covid-19 1.000 Prajurit TNI – Polri di Kepri

Tampak terlihat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Natuna Provinsi Kepri. Dibawah komando Fadilah mengenakan tajah putih ciri Khas melayu.

Walau mereka Jauh dipulau perbatasan Ujung Utara Indonesia Natuna, namun para pemuda muda ini terlihat semangat ikut menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar X di Jakarta. “Bravo Pemuda Pancasila motor pengerak pengamalam Pancasila, salam dari kami di Natuna” ujar Fadilah ketua PP Natuna.(Rk)