LIPSUS I Awololong: Pembangunan Awololong Masih Nol Persen, Anggaran Sudah Dicairkan 80 Persen

    LEMBATA- Rencana pembangunan Jeti dan Kolam Renang Apung beserta fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menuai masalah.

    Hingga Minggu (28/4/2019),sebagian besar masyarakat Lembata, menolak rencana pembangunan di Awololong.Pasalnya, Awololong memiliki nilai history, asal mula kehidupan orang-orang Lembata saat ini. Selain itu secara ekonomis, Awololong menjadi ‘kebun’ tempat pencaharian para nelayan Lewoleba dan sekitarnya.

    Dalam liputan khusus (Lipsus) Keprinews.co.id 23 Desember 2018-28 April 2019, mengungkapkan beberapa data kejanggalan dalam rencana pembangunan Awololong.

    Bahwa anggaran pembangunan Jeti Apung dan Kolam Renang serta fasilitas lainnya di Awololong, sudah dicairkan 80 persen, tetapi hasil fisik pembangunannya belum ada. Sementara, masa waktu pembangunan Awololong telah berakhir pada tanggal 31 Maret 2019.

    Anggaran permohonan pencairan 80 persen proyek tersebut, diajukan pada tanggal 20 Desember 2018 oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Silvester Samon. Pengajuan pencairan anggaran itu berdasarkan permohonan dari Direktur PT.Bahana Krida Nusantara. Sehingga anggaran itu telah dicairkan sebelum 31 Desember 2018.

    Anggaran yang dicairkan itu senilai RP 5.513.520.000 dari nilai kontrak RP 6.891.900.000 sedangkan realisasi fisik pekerjaan hingga 31 Desember dan sampai saat ini masih 0 %. Pembangunan Awololong tersebut, dianggarkan dengan dana DAU dalam APBD Kabupaten Lembata Tahun 2018.

    Hal tersebut memantik respon publik Lembata. Masyarakat yang tergabung dalam FP2L, AMPPERA APPERAL, ASTAGA, Mata Merah dan organisasi lainnya, telah melakukan gerakan penolakan pembangunan Awololong tersebut.

    Dan hingga saat ini, masyarakat belum mendapatkan kejelasan mengenai pembangunan Jeti terapung dan Kolam Renang serta fasilitas lainnya di Awololong. Anggaran pembangunannya telah dicairkan 80 persen pada Desember 2018, sementara fisik masih nol persen.

    Bersambung…