Terdakwa Vonis Mati Penyiksa TKI NTT Adelina Sau Dibebaskan

MALAYSIA- Begitu miris mendengar kabar dari negeri jiran Malaysia belum lama ini. Kesibukan sukseskan Pemilu serentak 17 April 2019, kabar menyakitkan ini hampir terlewat dari pantauan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya, seperti dikutip dari laman Free Malaysia Today 18 April 2019, Pengadilan Tinggi Malaysia telah membebaskan Ambika MA Shan terdakwa penyiksa TKI NTT Adelina Sau hingga meninggal dunia.

Baru setahun kasus ini ditangani pemerintah Malaysia, Pengadilan Tinggi malah membebaskan Ambika MA Shan dari semua gugatan, sesuai dengan permintaan dari pihak kejaksaan.

Sebelumnya, Ambika digugat dengan Pasal 302 Hukum Pidana Malaysia yang memuat ancaman hukuman mati setelah diduga menyiksa Adelina Sau, tenaga kerja wanita asal Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Adelina, yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di rumah Ambika, meninggal dunia di rumah sakit di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, pada 11 Februari 2018 silam.

Dibebaskannya Ambika memantik respon anggota parlemen dan lembaga pembela tenaga kerja migran di Malaysia. Mereka mempertanyakan putusan Pengadilan Tinggi setempat yang membebaskan terdakwa Ambika.

“Saya sungguh kecewa dengan putusan pengadilan.Saya telah meminta klarifikasi dari kantor kejaksaan dan sedang menunggu respons mereka,”ungkap Steven Sim, Anggota Parlemen Malaysia kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, Sabtu (20/4/2019) kemarin.

Adapun Pelaksana Fungsi Konsuler I KJRI Penang Achmad Dahlan mengatakan, telah mendengar putusan pengadilan soal pembebasan majikan Adelina.

“Kami akan bertemu dengan jaksa, Senin (22/04/2019). Kami akan meminta klarifikasi kepada mereka, apa alasan mereka tidak mengenakan pasal-pasal dalam kasus ini,”jelasnya.

Sementara itu, Glorene A Das, Direktur Eksekutif lembaga pelindung pekerja migran di Malaysia, mempertanyakan sistem hukum Malaysia.

“Dia (Adelina) adalah perempuan muda yang disuruh bekerja selama dua tahun tanpa bayaran. Dia adalah perempuan muda yang tubuhnya disiksa secara brutal. Kematiannnya haruslah memiliki makna.

“Mengapa pengadilan kita menggagalkannya? Mengapa pemerintah Malaysia menggagalkannya? Di mana keadilan untuk Adelina?” tutur Glorene seperti dilaporkan Free Malaysia Today.

Diberitakan sebelumnya, Hakim Muhamad Anas Mahadzir membacakan dakwaan kepada perempuan 59 tahun tersebut.

Ambika didakwa telah menyiksa Adelina, TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga dia meninggal 11 Februari lalu.

Ambika dianggap melanggar Pasal 302 Hukum Pidana dengan ancaman maksimal vonis mati.

(Alle)