“Pemprov NTT Rugi Besar Tidak Manfaatkan Potensi Andre Koreh”

Pit Djami Rebo dan Andre Koreh

KUPANG- Tarik ulur penentuan jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT setelah di-non jobkannya Ir. Andreas W. Koreh,MT, dari Kadis PUPR NTT, memantik respon sejumlah pihak. Termasuk respon dari Tokoh Pembangunan Infrastruktur NTT, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si.

Djami Rebo mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT sangat tidak beruntung, ketika tidak memanfaatkan potensi yang dimiliki Andre Koreh mantan Kadis PUPR NTT. Pasalnya, potensi dan kapabilitas yang dimiliki Andre Koreh dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di NTT seperti yang diinginkan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

“Andre Koreh itu orang yang masih sangat potensial mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di NTT. Rugi besar kalau Andre Koreh tidak dimanfaatkan oleh pemerintah,” ungkap Djami Rebo pekan kemarin.

Kata Djami Rebo, sesuai dengan target percepatan pembangunan, sangat dibutuhkan koordinasi yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program kerja antara pemerintah provinsi dengan kabupaten. Hal ini membutuhkan ASN yang benar-benar punya kemampuan managerial, dan kepemimpinan yang teruji,seperti Andre Koreh.

“Pak Andre jika masih dibutuhkan pemerintah, maka bisa ditempatkan sebagai kepala Bappeda,kalau memang di PU sudah tidak bisa lagi. Kita butuh yang mampu dan teruji,”kata Kadis PU NTT tiga periode ini.

Ditegaskannya,pengganti Kadis PUPR yang baru, harus mempunyai kapasitas dan kompetensi yang maksimal. Hal itu mengingat target penyelesaian pembangunan infrastruktur NTT dalam 3 tahun harus tuntas.

“Non jobnya kadis PUPR NTT adalah kewenangan gubernur. Ada pertimbangan rasional sesuai regulasi kepegawaian ASN. Namun, yang paling penting siapa pun penggantinya harus punya kapasitas dan memiliki kompetensi”kata Djami Rebo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andre Koreh menjadi salah satu pejabat dari 15 kadis yang di-non jobkan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Selain Andre Koreh, ada pejabat Pemprov NTT yang di non jobkan. Di antaranya Kepala Satpol PP, Jhon Hawula, Kepala Badan Bencana Alam Daerah, Tini Tadeus, Kepala Badan Perbatasan, Paulus Manehat, Staf Ahli, Simon Tokan, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir Yohanis Tay Ruba, Asisten 1, Mikael Fernandez, Asisten II, Ir Alexander Sena, Kadis Sosial NTT, Drs Wilem Foni, Kadis ESDM NTT, Ir. Bony Marasin, Kadis Perpustakaan NTT, Ir Frederik Tilman, Kadis Nakertrans NTT, Drs Bruno Kupok, Kadis Perumahan Rakyat NTT, Ir Yulia Arfa, Kadis Perdagangan dan Perindustrian NTT, Hadji Husen, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan NTT, dr Yovita Mitak.