Video: Jembatan Waima Semakin Parah


LEMBATA-Kisah tragis Jembatan Waima,Kecamatan Nagawutung,Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) hingga hari ini belum berakhir.

Kondisi dan situasi jembatan yang dibangun senilai Rp1.7 Miliyar tersebut kian parah,memperihatinkan dan menakutkan.Warga yang menyeberang harus selalu berhati-hati, karena takut terseret banjir. Apalagi Waima pernah memakan korban jiwa. Transportasi jalur selatan Lembata dari Lewoleba ke Lewopenutung dan sebaliknya sangat terganggu.

Setiap warga yang akan menyeberangi kendaraannya,harus membayar tarif sesuai besar kecilnya kendaraan sekali menyeberang.Sepeda motor kecil tarifnya Rp30 ribu,sepeda motor besar tarifnya Rp50 ribu. Selain itu warga yang menyeberang menggunakan sampan/perahu dikenakan tarif Rp10 ribu per orang.

“Saat banjir begini, kalau lewat Waima harus siap uang Rp150 ribu.Inilah hasil pembangunan Lembata. Hasil Kadis PU Lembata gadai jabatan jika jembatan ambruk.Mana buktinya? Kita nikmati saja dengan sakit dan kecewa,” ungkap Stef Warat warga Nagawutung.

“Suruh mereka itu datang dan lihat hasil kerja mereka. Belajar ulang soal buat jembatan. Rugi-rugi saja bangun jembatan hasilnya seperti ini. Katanya serjana teknik. Mana itu serjana teknik? Bangun jembatan saja tidak bisa. Anggota DPRD juga di mana semua?,”kata Stef Warat.

Begitu juga komentar lainnya di media sosial yang mensesalkan hasil kerja konsultan, kontraktor, Dinas PU, DPR yang dianggap tidak becus membangun Lembata.

“Proyek asal kerja hasilnya seperti ini. Masa kamu bangun jembatan model seperti ini. Uang Rp 1,6 Miliar buang di ‘laut’. Kalau tidak bisa kerja tidak usah paksa diri. Ini jelas-jelas menghambat kerja dan usaha kita. Jangankan kami sopir, orang bodok pun tahu bagaimana bangun jembatan di kali yang besar dengan kapasitas banjir yang besar. Koq kamu tidak paham,” ungkap Sopir Anton Beraf.

(Yan Nunang)