“Jembatan Palmerah” Tinggal Menanti Surat Menteri ESDM

Kupang- Rencana Pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah yang dilengkapi turbin pembangkit listrik antara Larantuka-Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, tinggal menanti surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Bappenas.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Andre Koreh kepada Keprinews.co.id beberapa waktu lalu.

Andre Koreh mengatakan, semua tahapan study sudah dilakukan seperti study konektifitas,study kelayakan. Dan hasilnya sangat layak dalam kebijakan. Nilai keekonomian pun sudah dihitung.Tinggal menunggu surat dari menteri ESDM ke Bappenas, terkait pembiayaan untuk dimasukan dalam proyek yang dibiayai investor.

“Tinggal tunggu surat menteri ESDM ke Bappenas.Pembiayaan pembangunan tidak ada biaya APBN dan APBD,” kata Andre Koreh.

Lanjutnya, pembiayaan oleh APBD dan APBN hanya pada pra feasibility study 2015-2016. Dan pra feasibility study tahun 2016, dari APBD Rp 1,5 M. APBN sekitar 9-10 M dan bisa terserap RP 6 M. Untuk biaya pembangunan jembatan, semua dibiayai investor.

“Semua pembiayaan pembangunan oleh investor bukan dari APBN dan APBD,tapi kalau untuk studynya dari APBN dan APBD,” tegas Andre Koreh.

Kata Andre, jembatan tersebut tetap dibangun. Selain itu pihaknya telah menyampaikan hal ini, kepada bapak Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Dan gubernur menyambut baik.

“Saya sudah laporkan. Dan pak gubernur menyambut baik. Kata pak gubernur, selama pembangunan jembatan itu, pembiayaannya tidak menggunakan APBD dan APBN. Apalagi kalau dibiayai oleh investor asing atau investor pemerintah pusat. Itu kan ada uang yang masuk ke daerah,” ungkap Andre Koreh.

(Al)