Kejamnya Oknum Polisi Sumba Barat, Dilaporkan ke Komnas HAM

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Peristiwa kekerasan fisik yang dilakukan oknum polisi Polres Sumba Barat, Provinsi NTT pada Kamis (23/8/2018), kepada Agustinus Ana Mesa warga SBD, hingga menembak kaki kanannya, memantik respon keluarga.

Pihak keluarga Ana Mesa Warga Kampung Tilu Mareda, Desa Dede Pada, Kecamatan Wewewa Timur, mendatangi Posko Komnas HAM di Waikabubak untuk melaporkan peristiwa tersebut, Kamis (30/8) pekan kemarin.

Pihak keluarga korban, menuntut keadilan atas tindak kekerasan dan arogansi yang dibuat oknum polisi Polres Sumba Barat tersebut.

“Kami sudah lapor peristiwa ini ke Posko Komnas Ham di Kota Waikabubak. Kami diterima oleh Ibu Putu. Kami ingin keadilan hukum atas peristiwa yang menimpa adik saya. Bukan begitu caranya jadi polisi penganyom masyarakat. Jangan asal main tembak. Semua ikut prosedur karena ini negara hukum,” kata Yus Rewa mewakili keluarga korban, Senin (2/9/2018).

Secara terpisah, Pengamat Hukum Pidana Sumba Barat, Paulus Winarta, SH dimintai tanggapannya mengatakan, tindak pidana dan penegakan HAM di wilayah Provinsi NTT tergolong sangat tinggi. Dan pelaku pelanggaran HAM seperti ini, lebih didominasi oleh oknum Kepolisian.

“Potensi pelanggaran HAM di wilayah NTT sangat tinggi, seperti di Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan beberapa kabupaten lainnya.Tapi pelaku pelanggar HAM lebih dominan dilakukan oleh oknum Kepolisian. Belum lama ini juga saya pernah mendampingi kasus seperti Agustinus ini di Sumba Barat Daya,” Kata Paulus Winarta, SH.

Dikatakannya, kasus-kasus pelanggaran dan kejahatan HAM yang terjadi kepada masyarakat, beragam motif. Tidak terlepas dari mentersangka pidanakan, hingga rekayasa seolah orang yang belum tentu melakukan kekerasan, dikonfrontir mengaku sebagai penjahat.

Lanjutnya, pihak kepolisian seharusnya mengedepankan kepada KUHP, Perkap sesuai standar dalam penangkapan DPO, bukan dengan Arogansi.

“Kasus Agustinus ini harus perlu didalami. Jika benar ada oknum polisi melakukan kejahatan seperti ini, maka kita minta oknum polisi tersebut ditangkap. Saya juga himbau kepada warga setidaknya jangan takut untuk melaporkan kalau ada praktek-praktek kekerasan yang dilakukan oleh Kepolisian” tegas Paulus Winarta.

Pihak kepolisian Polres Sumba Barat, diduga telah salah melakukan penembakan secara paksa terhadap Agustinus Ana Mesa, Warga Kampung Tilu Mareda, Desa Dede Pada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT, Kamis (23/8/2018) malam.

Agustinus ditangkap aparat kepolisian saat sedang berada di lokasi pameran Kota Waikabubak. Agustinus langsung diciduk dan dibawa ke Polres. Setelah dipukul, diikat, dan ditutup matanya oleh polisi, Agustinus dibawa ke hutan Lepale.

Saat tiba di hutan, Agustinus disuru lari oleh polisi. Namun dirinya menolak, tetapi karena dipaksa dan didorong, Agustinus pun terpaksa lari. Ketika lari, polisi lalu menembak kaki kanannya. Timah panas itu membuat Agustinus rebah ke tanah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Waikabubak.

(Alle)


 Advertoria Sanford 18/9/2017