Dana Desa Diprioritaskan, Perkampungan Mesti Cepat Berkembang

Malang, Keprinews.co.id
Undang-Undang tentang Desa sangat menguntungkan bagi daerah terpencil. Undang-Undang tentang Dana Desa ini diikuti oleh alokasi dana desa sebagai bentuk pengakuan, penghormatan serta penghargaan negara terhadap keberadaan desa. Setiap Desa diberi kewenangan skala lokal untuk mengatur rumah tangga desanya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap Dana desa diharapkan bisa mendorong kemajuan pembangunan di desa.

“Dana diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo di acara sarasehan peningkatan kapasitas aparatur desa di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (1/8).

Acara sarasehan itu dihadiri ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa seluruh Indonesia (PPDI). Menteri Tjahjo menekankan tentang pentingnya skala prioritas dalam pengelolaan dana desa.

“Prioritaskan untuk membiayai pembangunan dan memberdayakan masyarakat desa. Ini dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia, peningkatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kesejahteraan rakyat, dan penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Menteri Tjahjo mencontohkan, yang prioritas seperti membiayai pengembangan produk unggulan desa, menguatkan badan usaha milik desa, embung desa, sarana olahraga desa dan pembangunan infrastruktur seperti jalan desa. Tjahjo juga dalam arahannya sempat menyinggung pelaksanaan dana desa di Jawa Timur.

“Pada tahun 2017 lalu, Jawa Timur mendapatkan alokasi dana desa sebesar 6,33 triliun untuk 7.724 desa yang tersebar di 29 kabupaten dan kota Batu,” katanya.

Sampai dengan Desember 2017, lanjut Tjahjo telah terealisasi ke rekening kas umum daerah sebesar Rp6,32 triliun atau 99,96 persen. Dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk pembangunan sarana dan prasarana desa sebesar 88,44 persen atau 3,91 triliun. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat desa telah terserap 6,5 persen atau 287 miliar. Sedangkan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar 4,05 persen atau 179 miliar.

“UM ntuk pembinaan kemasyarakatan sebesar 0,96 persen atau 42 miliar,” ujarnya.

Untuk tahun 2018 ini, kata Tjahjo, alokasi dana desa untuk Jawa Timur mencapai Rp6,34 triliun. Sampai dengan 30 Juli 2018, realisasi pencairan ke rekening kas umum daerah sebesar Rp 1,2 triliun atau 20 persen untuk tahapan satu. Dan untuk tahap 2, realisasi sebesar Rp2,5 triliun atau 39,84 persen. (elf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017