Sutradaranya Orang Batam, Film Buffalo Boys Disambut secara Antusias oleh Kritikus & Penonton

KepriNews.co.id – Batam, Film Indonesia Buffalo Boys mengadakan pemutaran perdananya di Fantasia International Film Festival di Montreal, Kanada, pada hari Sabtu, tanggal 14 Juli, di ikuti oleh pemutaran film di New York Asian Film Festival keesokan harinya.

Film yang bercerita tentang kisah dua pangeran bersaudara, yang bertahun-tahun diasingkan di Amerika (Wild West Amerika) ini telah berhasil memukau penonton dan kritikus film dengan setting film cowboy western di zaman penjajah Indonesia. Film ini menceritakan perjalanan mereka kembali ke Jawa untuk membalas kematian ayah mereka yang merupakan seorang sultan, yang dibunuh oleh sekutu penjajah.

Berikut beberapa ulasan dari kritikus film yang sudah masuk!

Nick Allen, dari situs ulasan film RogerEbert.com yang legendaris mengatakan, “Buffalo Boys seperti film Django Unchained versi Indonesia, dengan klimaks yang menggabungkan machismo Sergio Leone dengan seni bela diri Asia. Seperti halnya Django Unchained yang mengingatkan penonton dengan sejarah perbudakan Amerika, (Direktur Mike) Wiluan tidak ingin pemirsa melupakan kekejaman yang dilakukan oleh Perusahaan India Timur Inggris kepada rakyat Indonesia, dan menggunakan emosi ini untuk Grand Guignol finale yang memuaskan.”

Yann Fournier, dari situs berbahasa Prancis Geeksandcom.com, menulis, “Buffalo Boys adalah film western klasik, lengkap dengan cerita tentang pengembara pistoleros, aksi musuh jahat yang meneror penduduk, sosok wanita yang perlu di selamatkan, dan upaya untuk balas dendam serta menuntut keadilan tanpa akhir. Adegan Pencak Silat dan pertarungan pedang membawa angin segar terhadap film ini. (Sutradara) Mike Wiluan berhasil menciptakan plot yang sesuai, dengan durasi film yang tidak terlalu panjang. Para penulis justru memutuskan untuk tak hanya menampilkan metafor klasik genre cowboy, tetapi mengelaborasikannya dengan alur yang lebih ciamik.”

Selain kritikus film, berikut pula komentar dari penonton yang mengikuti pemutaran film di festival film Montreal dan New York.

“Saya bangga melihat film Indonesia mengadakan pemutaran perdana di sebuah acara Internasional seperti Fantasia,” kata Christy, seorang pelajar Indonesia di Montreal.

“Menurut saya, film ini diproduksi dengan baik, saya sangat suka melihat percampuran antara budaya timur dan barat yang digambarkan dengan cerita dan tampilan yang menarik. Adegan-adegan lucu yang memberikan kontras dengan berbagai adegan action yang benar-benar intens juga menjadi favorit saya dari film ini,” kata Isaac Woofter, penonton di Festival Film Asia New York. “Saya pikir, yang paling menjadi daya tarik dari film ini adalah meskipun film ini tidak mengajarkan penonton tentang budaya Indonesia, banyak hal yang bisa Anda pelajari hanya dari menonton film ini, meskipun ini adalah campuran dari cerita rakyat Indonesia (dan Barat).”

Film yang merupakan peranakan antara sejarah Indonesia dengan genre klasik Western ini menampilkan jajaran artis seperti Pevita Pearce, Ario Bayu, Yoshi Sudarso, Mikha Tambayong, Tio Pakusadewo, Happy Salma, Zack Lee, Hannah Al Rasyid dan Alex Abad.

Kepada KepriNews.co.id Bella Yolanda Markom Infinite Studios Nongsa, Kota Batam dalam siaran pers selasa (17/07/2018) mengatakan, Film Buffalo Boys akan dirilis di Indonesia pada tanggal 19 Juli. Dan Tak hanya itu, kali ini Batam mendapat kesempatan untuk mengadakan screening beserta meet and greet pada tanggal 21 juli 2018 di Mega Mall. Pada kesempatan kali ini meet and greet yang akan dilaksanakan pukul 14.00 wib tersebut akan menghadirkan Zack lee (leung). Ario bayu (jamar) dan Mike wiluan. Mereka akan memberikan sedikit cerita tentang karakter mereka dalam Buffalo Boys. Acara tersebut juga akan dihadiri oleh para pejabat daerah, acara tersebut akan ditutup dengan nonton bareng Buffalo Boys dengan para undangan.

Seperti diketahui, Infinite Studios Nongsa Batam, merupakan perusahaan layanan kreatif serta hiburan media terpadu dengan visi menjadi salah satu produsen film dan konten TV terkemuka di Asia untuk khalayak domestik dan global.

Dengan fasilitas studio yang terdiri dari panggung suara, backlot, dan studio animasi di Batam, Infinite Studios telah terlibat dalam banyak produksi berprofil tinggi dengan pemain lokal dan internasional, guna meningkatkan standar industri film di Indonesia.

Pada tahun 2014, Infinite Studios membentuk kerjasama dengan Screenplay Productions untuk membentuk Screenplay Infinite Film

Tentang Screenplay Infinite Films
Screenplay Infinite Films (SIF) adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada Oktober 2014 di Batam, Indonesia.

Tujuan utama SIF adalah menghasilkan film berkualitas tinggi yang ditujukan untuk distribusi teatrikal dan media lainnya secara lokal dan internasional, menggabungkan kreativitas inspiratif, pendekatan produksi yang efektif dan strategi pemasaran yang tepat.

Produksi pertama mereka, “HEADSHOT”, disutradarai oleh Mo Brothers, ditayangkan perdana di Toronto Film Festival pada September 2016, dan sejak saat itu berhasil mendapatkan distribusi internasional di berbagai wilayah. SIF adalah hasil kerjasama antara Screenplay Productions (SCP) di Jakarta dan Infinite Studios di Batam. (Kepri News / r)


 Advertoria Sanford 18/9/2017