Diduga Oknum Polisi SB Sebarkan Foto Tujuh Warga Lewat Akun Palsu

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Penyebaran foto tujuh warga Sumba Barat Daya (SBD) yang ditangkap pihak kepolisian Polres Sumba Barat, di media sosial menuai respon sejumlah pihak.

Hingga Minggu (15/7/2018), tujuh warga tersebut, terus dihakimi publik dengan fitnah dan cercaan bertubi-tubi, atas foto yang disebarkan akun palsu Ladde Kamou, Simpson Ngongo Paila dan akun palsu lainnya. Sementara tujuh warga tersebut, belum diputuskan bersalah.

Bocornya foto-foto tujuh warga SBD, diduga disebarkan oknum polisi Sumba Barat dengan sengaja.
Pasalnya, tidak mungkin orang luar/sipil berani mengambil gambar tanpa seizin petugas.

Foto-foto itu seharusnya tidak beredar luas, mengingat tujuh warga yang diamankan melekat asas praduga tak bersalah.

“Kami tidak terima jika suami kami difitnah, dimaki dan dihina di FB gara-gara foto itu. Mereka belum terbukti bersalah. Foto-foto ini seharusnya tidak beredar karena asas praduga tak bersalah melekat pada pribadi suami kami,” ungkap Indri, bersama keluarga, Sabtu (14/7/2018) malam.

Akun palsu yang saat itu diduga berada di Polres SB, mengabadikan moment di beberapa lokasi, yakni di depan garasi mobil depan ruang intel dan di ruangan Pidum Polres Sumba Barat.

“Tidak mungkin org luar/sipil berani ambil gambar tanpa seizin petugas. Apalagi pagi-pagi buta. Akhirnya menimbulkan fitnah, hinaan bahkan kecaman publik, yang mana suami kami belum di vonis bersalah,”ungkap Indri diakui ibu-ibu lainnya.

Lanjutnya, polisi juga melarang mereka bertemu suaminya. Sementara pada pukul 02.00 Wita suami mereka ditangkap, dan pukul 04.00 Wita, akun palsu telah memosting semua foto suami mereka di facebook. Bahkan foto-foto dari TKP hingga ruang tahanan (sel).

“Kami mau ketemu suami dilarang bahwa jangan dulu.Tapi pagi-pagi akun palsu bisa dikasih untuk foto,” katanya kesal.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Tamshil, S.I yang dimintai penjelasan terkait foto warga yang disebarkan di FB oleh akun palsu yang diduga disebarkan oknum polisi, hingga kini belum memberikan jawaban.

(Alle)


 Advertoria Sanford 18/9/2017