KPU Bea Dan Cukai Tipe B Batam, Penegahan Senilai Milyaran Rupiah Berhasil Diamankan

KepriNews.co.id, BATAM – KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, berhasil mengamankan satwa dan tumbuhan ilegal yang berasal dari negara tetangga Malaysia. Jum’at, (13/07/2018)

Berawal dari informasi yang diterima, bahwa ada kapal yang akan melakukan penyelundupan pada Kamis, (12/7), tim yang mendapatkan informasi tersebut segera melakukan penegahan.

Dan berhasil memgamankan kapal yang diduga melakukan pelanggaran kepabeanan, berikut dua tersangka dan muatannya yang tidak dilengkapi dengan surat-surat.

Kepala KPU BC tipe B Batam, Susila A Barata menyampaikan, Tim dari bidang Penindakan dan Pencegahan (P2) Bea Cukai (BC) tipe B Batam.

Berhasil mengamankan kapal KM Batam Indah yang diduga melakukan pelanggaran kepabeanan, setelah diamankan, kapal yang datang dari pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia menuju pelabuhan Batu Ampar, Batam.

“Ternyata memuat beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat, dan untuk harganya belum bisa kita pastikan, tapi secara keseluruhan lebih dari satu miliar,” ungkapnya.

Berikut barang bukti dan tersangka yang berhasil diamankan;
Kapal : KM Batam Indah
Tersangka : AG dan TD

Satwa dan tumbuhan;
909 ekor Kura-kura
24 ekor Iguana
6 ekor burung Perkutut
12 ekor Love Bird
1 ekor anak Buaya
12 pcs tanaman hias

Saat ini, satwa dan tumbuhan tersebut telah dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau di Batam.

Dan juga kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam dan Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, untuk dilakukan uji laboratorium terhadap kesehatan satwa dan tumbuhan tersebut.

“Kita minta tangkapan ini diperiksa terlebih dahulu, setelah itu baru akan ada rekomendasi untuk tindak lanjut dari satwa-satwa ini, apakah akan dimusnahkan atau bagaimana,” pungkasnya di kantor KPU BC Tipe B Batam, Batu Ampar – Batam.

Tindakan tersangka ini diduga melanggar tindak pidana kepabeanan, yaitu mengangkut barang yang tidak tercantum dalam manifes dan/atau menyembunyikan barang impor secara melawan hukum, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)


 Advertoria Sanford 18/9/2017