KPU Provinsi NTT: Kecurangan Pilkada SBD Harus Dibuktikan

Keprinews.co.id,KUPANG- Sejumlah pelanggaran dan kucurangan yang ditemukan di Pilkada Sumba Barat Daya (SBD) provinsi NTT, telah dilaporkan ke pihak Panwaslu kabupaten SBD hingga Bawaslu provinsi NTT.

Namun hingga kini,pihak Panwaslu SBD dan Bawaslu NTT, belum memberikan titik terang menindak semua laporan pelanggaran yang dilaporkan calon bupati/wakil bupati Markus Dairo Talu (MDT) dan Gerson Tanggu Dendo(GTD).

Komisi pemilihan umum (KPU) provinsi NTT, justru menanti bukti pelanggaran dan kecurangan yang ditemukan di Pilkada SBD. Pasalnya, semua temuan tersebut, harus sesuai prosedur yakni melalui Panwaslu.

“Semua proses sudah selesai. Pelanggaran dan kecurangan harus dibuktikan. Dan ada prosedurnya yaitu melalui Panwas,” ungkap Ketua KPU NTT,Maryanti Luthurmas Adoe, Minggu (8/7/2018) petang.

Diberitakan sebelumnya, para saksi telah melaporkan hal tersebut ke pihak penyelenggara, namun hingga kini belum satupun laporan yang tanggapi serius pihak penyelenggara. Bahkan pembohongan dari ketua KPUD SBD Mikael Bulu yang menunda Pemilu di Wewewa Timur, tidak disikapi serius.

“Kami sudah melapor kepada Panwas kecamatan Kodi Utara dan Panwas kabupaten SBD,Bawaslu NTT,Bawaslu RI dan DKPP RI serta ke Mendagri,” ungkap Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pdt. Ananias Bulu, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Kata Ananias, pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum. Diharapkan pemerintah dan pihak penyelenggara bisa dengan cermat melihat pelanggaran dan kecurangan Pilkada SBD, yang telah mencederai demokrasi.

“Kami tetap bertindak menempuh jalur hukum. Semoga mata pemerintah terbuka, untuk menindak pelanggaran-pelanggaran sesuai aturan dan keputusan Bawaslu,” tegas Ananias.

Ananias merincikan sejumlah kecurangan yang ditemukan dalam Pleno di PPK Kodi Utara SBD sebagai berikut;

1.KOTAK SUARA TIDAK TERSEGEL

2.AMPLOP C1KWK , DALAM KOTAK SUARA TIDAK TERSEGEL

3. KOTAK SUARA DIBUKA DENGAN GERGAJI

4. PARTISAN PEMILIH GUBERNUR DALAM C1KWK BERBEDA DENGAN JUMLAH PARTISAN DALAM C1KWK PILBUP, DALAM TPS YANG SAMA

5. 1 KUNCI GEMBOK DAPAT DIPAKAI UNTUK BEBERAPA KOTAK SUARA

6. DALAM KOTAK SUARA TIDAK TERDAPAT C1KWK

7.DALAM KOTAK SUARA HANYA ADA BLANGKO KOSONG C1KWK

8.PPK, PANWAS CAM, PPS, BERSEPAKAT TIDAK MAU MEMBANDINGKAN DATA DENGAN C1 KWK MILIK PASLON

9.KETUA KPUD SBD MIKAEL BULU BOHONGI MASYARAKAT DENGAN MENGELUARKAN PERNYATAAN RESMI MENUNDA PEMILU DI KECAMATAN WEWEWA TIMUR. SEHINGGA RIBUAN WARGA TIDAK MEMILIH.

“Jika tidak ditindak, apa alasannya? Ini jelas-jelas pelanggaran dan kecurangan Pilkada. Ini kejahatan dilakukan secara terstruktur dan masif,” pungkas Ananias.

(Alle)


 Advertoria Sanford 18/9/2017