Menanti Keberanian Bawaslu NTT, Dikecurangan Pilkada SBD

    Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Pilkada Sumba Barat Daya (SBD) telah usai. Namun menuai sejumlah pelanggaran yang belum tuntas dijawab pihak penyelenggara, KPUD, Panwas dan Bawaslu Provinsi NTT.

    Seperti di Kodi Utara, sejumlah kecurangan ditemukan saksi Cabup/cawabup Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo dan saksi Viktory-Joss.

    Para saksi telah melaporkan hal tersebut ke pihak penyelenggara, namun hingga kini belum satupun laporan yang ditanggapi serius pihak penyelenggara. Bahkan pembohongan dari ketua KPUD SBD Mikael Bulu yang menunda Pemilu di Wewewa Timur, tidak disikapi serius.

    “Kami sudah melapor kepada Panwas kecamatan Kodi Utara dan Panwas kabupaten SBD,Bawaslu NTT,Bawaslu RI dan DKPP RI serta ke Mendagri,” ungkap Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pdt. Ananias Bulu, Kamis (5/7/2018).

    Kata Ananias, pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum. Diharapkan pemerintah dan pihak penyelenggara bisa dengan cermat melihat pelanggaran dan kecurangan Pilkada SBD, yang telah mencederai demokrasi.

    “Kami tetap bertindak menempuh jalur hukum. Semoga mata pemerintah terbuka, untuk menindak pelanggaran-pelanggaran sesuai aturan dan keputusan Bawaslu,” tegas Ananias.

    Ananias merincikan sejumlah kecurangan yang ditemukan dalam Pleno di PPK Kodi Utara SBD sebagai berikut;

    1.KOTAK SUARA TIDAK TERSEGEL.
    2. ENPLOP C1KWK , DALAM KOTAK SUARA TIDAK TERSEGEL.
    3. KOTAK SUARA DIBUKA DENGAN GERGAJI
    4. PARTISAN PEMILIH GUBERNUR DALAM C1KWK BERBEDA DENGAN JUMLAH PARTISAN DALAM C1KWK PILBUP, DALAM TPS YANG SAMA.
    5. 1 KUNCI GEMBOK DAPAT DIPAKAI UNTUK BEBERAPA KOTAK SUARA.
    6. DALAM KOTAK SUARA TIDAK TERDAPAT C1KWK.
    7.DALAM KOTAK SUARA HANYA ADA BLANGKO KOSONG C1KWK.
    8.PPK, PANWAS CAM, PPS, BERSEPAKAT TIDAK MAU MEMBANDINGKAN DATA DENGAN C1 KWK MILIK PASLON.

    Masih banyak kecurangan lainnya yang sudah dan siap dilaporkan ke pihak penyelenggara.

    Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna yang dimintai tanggapannya terkait pelanggaran dan kecurangan Pilkada SBD, hingga saat ini belum memberikan jawaban.

    (Alle)


     Advertoria Sanford 18/9/2017