Perintah Kapolres, Saksi Viktory-Joss, MDT-GTD Ditendang Danki Brimob

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Rekapitulasi suara hasil Pilkada Gubernur/wakil gubernur, Bupati/wakil bupati Sumba Barat Daya (SBD) di kecamatan Wewewa Barat, rusuh, Selasa (3/7/2018).

Pasalnya, Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Michael Irwan Tamshil, S.IK dan Ketua KPUD SBD Mikael Bulu, memerintahkan Danki Brimob Subden IV Den A Pelopor Sumba Barat Daya IPTU Jonnifer Yolandra, S.IK, beserta anggota kepolisian,mengusir dan menangkap 4 (empat) orang saksi, Cagub/cawagub Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Naisoi dan saksi Cabup/cawabup Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo.

“Ini perintah Kapolres dan ketua KPUD,” kata Danki Brimob, IPTU Jonnifer Yolandra saat mengusir dan menangkap para saksi.

Mulanya, sebelum pleno rekapitulasi dibuka, para saksi Viktory-Joss dan MDT-GTD, mempertanyakan 2 (dua) TPS Kelembuweri dan Karakat, Wewewa Barat yang dianulir dan belum jelas tetapi PPK melakukan pleno. Sehingga saksi terus berkeberatan dan mempertanyakan rekomendasi atas dua TPS itu sebelum pleno.

Situasi pleno pun ribut. Karena saksi terus ngotot dan keberatan, tiba-tiba saja Danki Brimob IPTU Jonnifer Yolandra, dan anggota polisi bergerak mengusir dan menangkap saksi. Bahkan para saksi diperlakukan tidak wajar.

“Kami ngotot pertanyakan rekomendasi 2 TPS Wewewa Barat yang dianulir. Belum ada penjelasan dari ketua PPK, sementara PPK mau pleno. Kami terus keberatan, malah Danki Brimob usir, tendang dan mau pukul kami. Kata dia perintah Kapolres dan ketua KPUD,” ungkap saksi Viktory-Jos, MDT-GTD, Pdt. Ananias Bulu.

Keributan terjadi dan memanas. Melihat hal itu, Kapolsek Wewewa Barat, IPTU I Gede Ariada berusaha menenangkan Danki Brimob Jonnifer Yolandra dan anggota lainnya. Tetapi Jonnifer Yolandra menolak dan mengatakan itu perintah Kapolres dan ketua KPUD.

“Kami sangat kecewa, polisi terlalu jauh mencampuri urusan ini. Dan kelihatan ada keberpihakan KPU dan pihak keamanan. Yang hadir di ruangan lebih banyak anggota polisi, Brimob bukan saksi. Kami sangat kecewa dengan Polisi ” ungkap Ananias kesal.

Selain itu saksi lainnya mengungkapkan hal senada, sangat kecewa dengan kejadian itu.

“Kami diseret dan dibuang keluar dari aula kecamatan sampai depan tangga teras kantor kecamatan,” ungkap Stefanus Umbu Paty.

Ananias berharap, pihak aparat keamanan bisa memposisikan diri, tugas dan fungsi secara benar. Tidak terlalu jauh mencampuri hal-hal yang bukan menjadi urusan prinsip polisi.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Tamshil, S.IK belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini.

(Alle)


 Advertoria Sanford 18/9/2017