Pilkada SBD: Warga Tolak Coblos Ulang, Tuntut Pilkada Ulang

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Pemungutan suara ulang sebagaimana yang direkomendasikan pihak penyelenggara Pilkada Sumba Barat Daya di TPS 1 dan TPS 2 Kelembuweri, memantik reaksi keras sejumlah masyarakat Wewewa Barat SBD, Sabtu (30/6/2018).

Dua TPS yang diduga bermasalah tersebut, didatangi ratusan warga. Mereka menolak melakukan pencoblosan dan pemungutan suara ulang. Pasalnya, warga menilai tidak ada kecurangan yang dilakukan pasca Pilkada serentak, Rabu (27/6/2018) kemarin.

Pencoblosan yang dilakukan saksi salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati, sebagaimana dipersoalkan Panwas dan KPUD SBD, bukan kemauan sepihak tetapi atas kemauan warga pendukung pasangan calon.

“Panwas dan KPUD datang ke sini dan buktikan, letak kecurangan ada di mana. Warga yang punya kemauan memberi hak suara dan minta diwakili oleh saksi. Bukan kemauan sepihak atau karena diintimidasi. Ini demokrasi pesta rakyat, jadi rakyat yang panglima, bukan anda yang punya kepentingan memenangkan calon tertentu,” ungkap Stefen Umbu Pati Tokoh Pemuda Wewewa Barat, Sabtu (30/6/2018).

Mirisnya, Anggota KPUD SBD Alosius Bayo, saat di TPS 2 pagi tadi, sempat mengajak warga untuk memilih Paket KonTak Cabup/cawabup SBD jika dilakukan pencoblosan ulang. “Coblos ulang pilih KonTak e”ucap Alo Bulu Tana Dana meniru ucapan anggota KPUD SBD tersebut.

Di TPS 2 Kalembuweri, Stefen bersama ratusan warga akhirnya menyampaikan pernyataan sikapnya melalui surat yang ditujukan ke Panwas dan KPUD Sumba Barat Daya. Warga menolak pencoblosan ulang dan menuntut dilakukan pemilihan ulang di kecamatan Wewewa Barat.

“Kami hormati ketelitian dan kinerja Panwas dan KPUD SBD. Untuk transparansi dan Pilkada yang jujur, adil, dan bersih, maka kami masyarakat Wewewa Barat meminta pemungutan suara ulang dilakukan di seluruh wilayah kecamatan Wewewa Barat Sumba Barat Daya,” tegas Stefen Umbu Pati.

Rekaman Keprinews.co.id, pemilihan ulang juga harus dilakukan di kecamatan Wewewa Timur. Pasalnya, ribuan warga wajib pilih yang sudah terdaftar,tidak masuk dalam DPT.Selain itu warga yang masuk dalam DPT,tidak mendapat surat panggilan untuk memilih, bahkan kurangnya surat suara saat pemilihan.

“Kita sudah tolak jangan dilakukan pencoblosan karena alasan-alasan mendasar ini. Dan Ketua KPUD Mikael Bulu sudah terima dan menyatakan resmi pemilihan Wewewa Timur ditunda. Tapi besok saat pemilihan, dilakukan pencoblosan dan pemungutan suara. Akhirnya banyak warga yang tidak hadir. Untuk itu harus pemilu ulang,” kata Anggota KPPS Wewewa Timur, Piter Alvian Rewa.

(Alle)


 Advertoria Sanford 18/9/2017