Piala Dunia ungkap sisi lain Rusia yang tak terlihat di media Barat

KepriNews.co.id – Media internasional menulis segala hal yang buruk tentang kita,” ujar seorang penyanyi Rusia. Berkat Piala Dunia Ibu Kota Moskow kini berubah.

Suasana hiruk pikuk dengan nyanyian para pendukung sepak bola, olah raga paling populer di muka bumi, menghiasi jalan Nikolskaya dekat Kremlin saban hari. Sementara gereja tak jauh dari sana dihiasi spanduk-spanduk dari negara Amerika Latin dan orang-orang dari berbagai negara menceburkan diri di kolam pancuran dekat Teater Bolshoi.
Sebagian lain mengitari Lapangan Merah sambil menenggak bir.

“Rasanya seperti bukan di Rusia,” kata penggemar sepak bola Natasha Novikova tentang kota Moskow hari-hari ini. “Begitu banyak orang dari berbagai tempat bersenang-senang menyaksikan sepak bola.”

Menjelang perhelatan Piala Dunia kali ini televisi pemerintah kerap mengatakan Rusia selama ini selalu digambarkan sebagai negara yang buruk di media Barat, terutama di Inggris. Sejumlah surat kabar terkemuka Inggris menyerukan para pendukung Negeri Tiga Singa itu untuk tidak usah ke Rusia seraya mengatakan negara itu tidak aman dan rasisme marak terjadi.

Namun mereka yang langsung datang ke Rusia hari ini mendapat sambutan hangat dan itu membuktikan gambaran media Barat terhadap Rusia selama ini keliru.

“Kami orang baik dan ramah, orang lain harus melihat ini,” ujar penyanyi Anna Propieva yang kerap secara spontan menampilkan tarian massal di Moskow, seperti dilansir laman CBC, Jumat (29/6).

Polisi di Moskow juga merasakan euforia Piala Dunia. Mereka membiarkan para penggemar sepak bola bersenang-senang, termasuk memanjat tiang lampu atau bangunan buat memajang spanduk bergambar bendera negara mereka.

“Mereka senang-senang terus dari siang sampai malam,” kata seorang polisi Moskow.

Keramaian Piala Dunia juga rupanya bisa membuat warga Negeri Beruang Merah menjadi kritis terhadap pemerintah mereka. Stasiun televisi milik pemerintah kerap menampilkan wajah Rusia yang dikelilingi musuh dan orang asing tidak untuk dipercaya.

Alexei Kurilov, pemuda baru lulus kuliah di salah satu kampus mengatakan dia berharap Piala Dunia bisa membuat orang Rusia kritis atas apa yang mereka lihat di televisi.

“Orang Rusia yang modern tak ingin terpengaruh oleh propaganda Rusia karena itu konyol,” kata dia. (*)

Sumber : Merdeka.com / Pandasurya Wijaya


 Advertoria Sanford 18/9/2017