Tontonan Memalukan di Kampung Ketua DPRD Sumba Barat Daya

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Tiga hari terlewati, namun rasa kecewa bercampur miris masih tetap membekas di hati para pendukung calon bupati/wakil bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu (MDT) – Gerson Tanggu Dendo (GTD).

Pasalnya, di Desa Bolor, Wewewa Tengah, kampung Ketua DPRD Sumba Barat Daya, Yosep Malo Lende, para pendukung dan rombongan kampanye MDT-GTD, diserang saat melakukan kampanye, Sabtu (16/6/2018).

Dugaan kuat, ketua DPRD SBD jadi otak dibalik kerusuhan tersebut. Di mana saat keributan, Yosep Malo Lende ikut bersama menyaksikan dan melakukan keributan. Tensi keributan memuncak saat itu ketika pendukung MDT-GTD balik mengejar Yosep Malo Lende dan rombongannya. Mereka lari terbirit-birit ke dalam hutan dan Yosep Malo Lende ‘angkat tangan’ gemetaran.

“Tontonan yang memalukan. Orang nomor satu SBD buat keonaran di kampungnya saat kampanye paket MDT-GTD. Bukannya memberikan contoh yang baik, menjaga keamanan dan ketertiban Pilkada, tetapi malah menjadi biang keributan. Ini sungguh memalukan, dan tidak perlu dicontohi,” ungkap Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD, Pdt. Ananias Bulu, Sabtu kemarin.

Pantauan Keprinews.co.id, mulayanya calon bupati/wakil bupati MDT-GTD beserta rombongan dari simpang Golu Sapi menuju Desa Bolor. Dalam perjalanan tiba-tiba rombongan yang tengah berarak, dikagetkan dengan serpihan kaca botol yang berserakan di jalan. Hingga sampai di Bolor ketika Cabup MDT sedang berorasi, lagi-lagi pendukung Paket KonTak (Kornelis Kodi Mete-Kristian Taka) buat keonaran di jalan tanjakan, yang tidak jauh dari lokasi kampanye. Namun masa pendukung MDT-GTD berhasil ditenangkan.

Setelah selesai berkampanye, rombongan MDT kembali dari Bolor menuju Golu Sapi. Namun saat tiba di Kampung Wego, para pendukung Paket Kontak bersama Yosep Malo Lende membuat aksi-aksi memanas suasana. Teriak-teriak dan lemparan batu dari hutan mengarah ke rombongan MDT-GTD. Keributan memuncak dan nyaris berdarah, namun tiga orang anggota polisi berhasil mengamankan situasi. Sementara saat itu, Yosep Malo Lende lari terbirit-birit angkat tangan dan gemetaran.

Calon Bupati MDT begitu kecewa menyaksikan kejadian memalukan yang tengah ditontonkan Ketua DPRD Sumba Barat Daya Yosep Malo Lende tersebut. MDT berharap, agar masyarakat SBD khususnya pendukung MDT-GTD, tidak terprovokasi dengan hal-hal yang mengganggu keamanan Pilkada. Apalagi mencontohi sikap tidak etis dari Ketua DPRD SBD Yosep Malo Lende.

“Jangan terpancing, para pendukung dan masyarakat SBD tetap tenang, menjaga keamanan Pilkada. Tidak usah terprovokasi, apalagi mencontohi sikap tidak etis dari ketua DPRD SBD. Bukannya jadi contoh tapi jadi dalang keributan,” pungkas Cabup MDT.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017