Yasinta: Tenun SBD Mendunia dan Saya Bisa Bangun Rumah

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Tenun Sumba Barat Daya (SBD) yang sebelumnya hanya bisa sebatas menghidupi tradisi, budaya masyarakat SBD, kini telah menembus pasar dunia. Hasil tenun para perempuan SBD tidak lagi digunakan kalangan sendiri tetapi sudah menjadi model dan merek (branded) busana moderen yang digunakan masyarakat jagad.

Pengakuan Yasinta Malo warga Desa Matapyau, Kecamatan Wewewa Timur, telah memberi spirit yang luar biasa kepada para ibu-ibu penenun Sumba Barat Daya hari ini, khususnya penenun Matapyu, Langata, dan desa-desa Wetim lainnya, Jumat (25/5/2018).

Yasinta mengungkapkan, dalam tiga tahun menggeluti tenun dalam kelompok tenun Maju Bersama yang dibentuk Ibu Ratu Wulla Talu, dirinya telah menopang ekonomi keluarga. Seperti membangun rumah, membiayai uang sekolah anak-anak dan memenuhi kebutuhan lainnya.

“Selama tiga tahun, saya fokus menenun bersama teman-teman di kelompok yang dibentuk mama Ratu Wulla Talu. Saya sudah rasakan dan punya bukti, saya bisa bangun rumah. Dan sekarang rumah tinggal diplester. Itu hasil dari karya tenun. Kalau bukan mama Ratu tidak mungkin,” ungkap Yasinta Malo, Ketua Kelompok Tenun Maju Bersama.

Yasinta secara terpisah mengatakan, sebelum adanya kelompok tenun yang dibuat Ibu Ratu istri dari calon bupati Markus Dairo Talu (MDT), hasil tenun mereka tidak laku terjual. Bahkan tersimpan hingga berbulan-bulan dan hanya bisa digunakan untuk urusan adat.

“Dulu setelah tenun, kita bingung jual di mana dan siapa yang beli. Jika dibeli paling banyak satu atau dua kain. Tapi sekarang, habis tenun kita langsung hantar ke Ibu Ratu dan kita pulang bawa uang,” kata Yasinta.

Yasinta berharap, para ibu-ibu penenun terus menenun dan menghidupi kelompok tenun yang sudah dibentuk Ibu Ratu Talu. Untuk itu diharapkan agar ibu-ibu penenun yang berjumlah 4000-an penenun yang tersebar di masing-masing kelompok, agar bersatu mendukung calon bupati/wakil bupati Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo.

“Kita terus menenun. Lanjutkan apa yang sudah dibuat Ibu Ratu. Dan kita ibu-ibu penenun, mari kita bersatu dukung MDT-GTD jadi bupati/wakil bupati SBD, sehingga tenun kita terus maju dan Ibu Ratu tetap beli kain tenun kita,” ungkap Yasinta.

Selain itu, Sekretaris Partai Nasdem, Ratu Wulla Talu yang juga istri dari Cabup MDT mengatakan, jika Tuhan merestui MDT-GTD terpilih jadi bupati/wakil bupati, maka dirinya akan terus berjuang membentuk kelompok penenun dan pengrajin di semua wilayah SBD. Alasannya, saat ini perempuan SBD terkhusus para penenun sudah bangkit dan tenun harus terus dihidupkan.

“Perempuan SBD sudah bangkit. Kita akan terus bentuk kelompok penenun dan pengrajin. Saat ini seperti di Kodi ada pengrajin yang umur sampai 80 tahun. Mereka buat gelang dan kalung dari tanduk Kerbau. Mereka sampaikan, “Cukup mama Ratu beli hasil tenun kami, itu sudah cukup, biar kami tidak minta-minta”. Dan hanya org rajin bisa jadi kaya. Kalau orang malas tidak bisa,” kata Ratu.

Ratu berharap agar para penenun yang dibentuknya dalam kelompok-kelompok, terus bekerja dan berjuang menghidupi tenun SBD. Dan satu hal yang terpenting, tidak salah menentukan pilihan dalam memilih pemimpin SBD pada Pilkada 27 Juni mendatang. Jika salah memilih pemimpin akan menyesal selama 5 tahun.

“Jangan salah pilih pemimpin SBD. Jika salah akan menyesal,” pungkas Ratu.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017