Suhu Politik SBD Memanas, Jangan Terjebak Isu Murahan

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, suhu politik Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT semakin memanas.

Pasalnya, banyak isu, fitnah atau kampanye hitam, tengah marak beredar dan dikonsumsi masyarakat Sumba Barat Daya. Isu-isu tersebut dikemas sedemikian oleh pihak tertentu yang diduga terorganisir, berjemaah dan disebarkan melalui akun palsu facebook.

Dan dalam rekaman Keprinews.co.id, isu-isu tersebut lebih dominan menyerang dan memfitnah Paket Calon Bupati/wakil bupati Markus Dairo Talu (MDT)-Gerson Tanggu Dendo (GTD).

Meski begitu diterpa isu negatif, Sekretaris Partai Nasdem Sumba Barat Daya, Ratu Wulla Talu yang juga istri dari calon bupati MDT, meminta agar masyarakat SBD khususnya para pendukung MDT-GTD, turut menjaga pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 Juni 2018 nanti, berjalan lancar, jujur dan damai.

“Jangan mudah terhasut isu-isu murahan yang menjebak kita untuk mudah terpecah belah. Banyak akun palsu di facebook, setiap hari lakukan kampanye hitam menyerang bapak MDT dan juga saya istrinya. Mereka maki-maki sampai orangtua dan nenek moyang saya di kubur pun dimaki. Tetapi kita tetap tenang dan jangan terpancing. Mereka sudah tidak ada cara lagi selain maki dan fitnah,”ungkap Ratu Talu dalam diskusi sarapan politik bersama Keprinews.co.id, dan beberapa tokoh masyarakat di Redambolo, Kamis (24/5/2018) pagi tadi.

Selain itu, Ratu juga mengimbau agar seluruh masyarakat SBD, tidak salah dalam memilih pemimpin Sumba Barat Daya. Masyarakat SBD harus memilih pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan sesuai dengan hati nurani tanpa paksaan.

“Jangan main-main dengan Sumba Barat Daya. Jangan main-main dengan Pilkada SBD. Jangan main-main pilih pemimpin, nanti menyesal. Gunakan hati nurani siapa yang dianggap calon pemimpin Sumba Barat Daya yang dapat mengemban amanah rakyat SBD,”tegas Ratu.

Diakhir diskusi hangat sarapan politik itu, Ratu mengatakan, semua kembali kepada masyarakat SBD. Masyarakat sendiri yang menilai rekam jejak (track record) dari semua calon bupati/wakil bupati dari pemekaran SBD, hingga tiga tahun terakhir dalam kepemimpinan bapak MDT.

Dan sebagai pimpinan partai, Ratu menilai semenjak SBD terbentuk dan di tiga tahun terakhir, banyak perubahan dalam derap maju pembangunan sudah dirasakan masyarakat. Pada masa kepemimpinan MDT sebagai bupati, telah memberikan angin segar SBD maju dan sejahtera. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya APBD SBD yang pada bupati sebelumnya hanya Rp 430 miliar, meningkat saat ini menjadi Rp 1.3 triliun.

“Kita tidak usah berpikir yang rumit-rumit. Kita lihat saja dengan APBD kita saat ini. Pada masa jabatan dr.Kornelis Kodi Mete APBD kita Rp 430 miliar. Dan saat ini MDT jabat meningkat luar biasa menjadi Rp 1.3 triliun. Jadi apa yang MDT tidak lakukan? Dan itu masyarakat menilai dan merasa. Apalagi sejak MDT jadi bupati banyak program gratis didapat masyarakat. Alsintan saja gratis, tapi kalau dulu harus bayar uang muka Rp 9 juta baru bisa dapat Alsintan, hand traktor dan sebagainya,” jelas Ratu Talu.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017