Aci WTS Waitebula Diduga Jadi Donatur Biayai Akun Paslu Medsos

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- “Sepandai-pandainya Tupai melompat, sekali kelak akan jatuh juga”. Demikian pepatah ini, mengungkap praktek jijik kampanye hitam di sosial media (Medsos) terhadap tim calon bupati/wakil bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu (MDT)-Gerson Tanggu Dendo (GTD).

Para pemilik akun palsu tersebut, terus memfitnah, maki, dan menyerang hal-hal privasi yang secara adat, budaya, hukum dan moral, tidak diperbolehkan.

Dan akhinya terendus kabar di pekan ini, seorang pengusaha di kota Waitabula SBD, yang lasim disebut Aci (Chines) birinisial WTS, diduga telah menjadi donatur, membiayai sejumlah akun palsu di media sosial (facebook), untuk memfitnah calon bupati MDT, Sekretaris Partai Nasdem Ibu Ratu Wulla Talu, Ketua Koalisi Rakyat Bersatu MDT-GTD Pdt. Ananias Bulu beserta para tim kerja MDT-GTD.

“Akhirnya ketahuan juga saudara-saudara, terendus kabar ada Aci yang punya toko di Waitabula, selama ini telah membiayai sejumlah akun palsu facebook untuk memfitnah bapak MDT, ibu Ratu, saya beserta Tim. Dan yang dibuat Aci ini, sama dengan teroris,” ungkap Ketua Koalisi MDT-GTD, Pdt. Ananias Bulu dalam kampanye di Bungaroto, Selasa (22/5/2018).

Ananias mengatakan, Aci WTS yang telah melakukan tindakan tidak beradab itu, tidak layak tinggal dan hidup di tanah Sumba Barat Daya, Loda wee maringi, Pada wee malala. Dan Aci ini pada saatnya akan mendapatkan ganjarannya.

“Ini seperti teroris. Dan Aci ini tidak pantas untuk hidup dan tinggal di tanah SBD Loda wee maringi, Pada wee malala. Orang ini telah merusak mencederai kehidupan demokrasi, ketenteraman dan keamanan di SBD,” kata Ananias.

Ananias mengingatkan, masyarakat SBD khususnya Bungaroto Kenelu dan lainnya untuk menjadi tuan di tanahnya sendiri. Masyarakat tidak boleh terpancing, terpengaruh dengan berbagai isu yang dimainkan oleh para akun palsu. Pasalnya, akun palsu tersebut tidak bertanggung jawab dengan maju dan sejahteranya Sumba Barat Daya.

“Harus jadi tuan di tanah kita sendiri, bukan orang asing yang menjadi tuan di tanah kita. Tidak boleh percaya, terpengaruh atau dibodohi orang-orang tidak waras ini. Mari kita bersatu memilih MDT-GTD pada 27 Juni 2018 agar kita maju dan sejahtera,” kata Ananias.

Selain itu, ada desas-desus yang direkam keprinews.co.id di seputar Waitabula, Aci Chines berinisial WTS yang membiayai sejumlah akun palsu itu, ternyata punya catatan moral yang buruk. Aci ini salah satu perebut laki orang (Pelakor).

“Statusnya tidak jelas juga bang. Dia hina-hina orang tapi Pelakor juga dia. Tapi sudahlah, nanti dia terima gilirannya,” ucap ME yang minta namanya diinisialkan.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017