Tuduhan ‘Pembunuhan’ Oleh Ratu Talu Ditepis Yuliana Soma

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA-Cerita miring yang tengah berkembang, yang menuding Ratu Wulla Talu, telah melakukan ‘pembunuhan’ terhadap usaha Tenun masyarakat Sumba Barat Daya, akhirnya terungkap kebenarannya, Senin(23/4/2018).

Yuliana Soma warga Kampung Pogo Katoda, Desa Kadiwano mengungkap, tuduhan terhadap Ratu Wulla Talu adalah tidak benar. Ratu Talu tidak pernah berniat ‘membunuh’ usaha para Penenun Sumba Barat Daya. Ratu Talu justru menggerakan ibu-ibu penenun untuk berusaha dan mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga melalui tenun.

“Selama tiga tahun ini, kami merasakan ada perubahan dalam keluarga. Pendapatan ekonomi kami meningkat. Dan itu berkat Ibu Ratu Wulla Talu, bukan siapa-siapa,” ungkap Ketua Tenun Kadiwano, Yuliana Soma.

Yuliana mengatakan, dalam dua tahun, kelompok tenunnya bisa memperoleh penghasilan sebesar Rp 80 juta. Dan penghasilan itu, baru diperoleh sejak Ibu Ratu Talu menjadi ketua PKK dan Ketua Dekranasda Sumba Barat Daya.

“Baru sekarang ini, kami dapat penghasilan sampai puluhan juta. Saya bisa ongkos anak saya kulia di Malang, karena dari uang hasil tenun ini. Kalau bukan Ibu Ratu, tidak mungkin kami punya uang untuk kuliahkan anak, dan tenun kami pasti tidak terjual,” kata Yuliana.

Lanjutnya, setiap hasil tenun yang dibuat kelompok tenun, langsung dibeli Ratu Talu. Harganya pun disesuaikan dengan jenis kain, pewarna yang dipakai dan motif yang digunakan.

“Kain selendang, sarung dan kain lainnya dibeli dengan harga mulai dari Rp 150 ribu- Rp 5 juta. Dan kita merasa sangat terbantu. Hasil tenun kita, semuanya dibeli Ibu Ratu. Terima kasih Ibu Ratu. Semoga bapak MDT-GTD terpilih kembali agar tenunan kami bisa semakin maju,” pungkas Yuliana Soma.

Ratu Wulla Talu dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya dituduh telah ‘membunuh’ usaha para penenun SBD. Sementara dalam dua tahun ini, dirinya telah membentuk ratusan kelompok tenun di SBD. Dan sudah 66 kelompok tenun yang masing-masing telah mendapatkan bantuan benang gratis senilai RP 5 juta.

“Mereka bilang saya membunuh usaha para penenun. Untuk apa saya lakukan itu. Buktinya para penun sudah merasakan manfaat dari kelompok tenun yang saya buat. Ekonomi keluarga mereka meningkat,”ungkap Ratu Talu.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017