SBD Mencekam! Masa KONTAK Teror Bom

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Situasi politik Pilkada Sumba Barat Daya (SBD) kian mencekam. Pasalnya, masa pendukung Calon Bupati/wakil bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelis Kodimete-Kristian Taka (Kontak), melakukan Teror Bom saat menyerang rumah Kepala Desa Walandimu, Marthen Niha di Kodibangedo, Selasa (11/4/2018) malam.

Bom tersebut dilempar ke halaman rumah Kades Walandimu. Dan saat Bom itu meledak, dan serpihannya tercecer, tidak ada seorang pun berada di lokasi tersebut. Bom itu digunakan Kepala Desa Wainyapu, Yulius Wainigha, dan saudaranya Jhon Wainigha, Eki Wainigha, dan Markus Wainigha beserta rombongannya.

Pihak kepolisian Polres SBD dan Polsek Walandimu telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan data serta bukti di rumah Kades Walandimu, Rabu (12/4/2018) siang.

“Saya benar-benar kecewa dengan perbuatan mereka. Sampai saat ini, saya belum tahu apa penyebabnya, saya di serang dan rumah dihancurkan. Mereka pun gunakan Bom. Dan kami sekeluarga trauma dan sakit hati dengan kejadian semalam,”ungkap Kades Walandimu, Marthen Niha.

Ketua Koalisi Rakyat Bersatu, Pdt. Ananias Bulu mengatakan, kejadian penyerangan rumah Kades Walandimu yang merupakan pendukung Calon Bupati/wakil bupati Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo, merupakan tindakan sangat biadab.

“Itu tindakan sangat biadab. Aparat kepolisian harus bertindak profesional sesuai Undang-undang, agar secepatnya perakit pemboman dan penyerangan rumah Kades Walandimu diproses hukum,” tegas Ananias Bulu.

Lanjut Ananias, para pelaku segera ditangkap, sehingga terjamin rasa aman dan nyaman, bebas dari teror, intimidasi dan tekanan bagi masyarakat SBD dalam menghadapi Pilkada 27 Juni 2018.

“Kami sudah menyampaikan laporan ke pihak atasan kami, dalam hal ini tim pemenangan Viktory-Joss di Jakarta dan Kupang, serta DPP Nasdem, DPD I Partai Golkar Melki lakalena. Dan kami yakini, pihak aparat akan bertindak profesional,” kata Ananias.

Ananias menegaskan, jika pihak aparat kepolisian mengabaikan hal ini, maka rencananya para pendukung dan relawan yang menghendaki Pilkada bersih, jujur dan Luber, akan menggelar demonstrasi besar-besaran ke Polres.

“Jika kepolisian tidak tegas dan abaikan kejadian ini, maka pendukung dan relawan akan datangi Polres. Hukum harus ditegakan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat SBD,” pungkas Ananias.

Wakapolda NTT, Brigjen Pol Viktor Gustaf Manopo mengatakan, pihak kepolisian Sumba Barat Daya tengah melakukan penyelidikan, dan akan segera menangkap para pelaku.

“Kapolres sedang berupaya mengungkap pelakunya,” kata Wakapolda NTT Vikyor Gustaf Manopo singkat.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017