Membuat sendiri Furniture Idaman di MakerSpace Made by Me ,(By Ruang Kreasi Group)

KepriNews.co.id – Batam, Belakangan ini, inspirasi desain furnitur atau dekorasi dinding (wall decoration) bisa ditemukan dimana-mana. Di jejaring sosial Instagram, hingga di toko ritel perabot rumah tangga lokal dan luar negeri yang tersohor itu. Salah satu kecenderungan yang terlihat, yaitu masyarakat urban yang semakin gandrung dengan material kayu bergaya rustik. Tapi, mengapa tak coba membuatnya sendiri?

Ide itu mungkin tak akan muncul dalam benak, jika kita tak mengetahui di mana atau kepada siapa pertanyaan itu dialamatkan. Maklum saja, untuk membuat sebuah perabotan atau furnitur dari kayu, yang pertama kali terbersit mungkin adalah sebuah rasa pesimistis semacam “Sepertinya susah, ya?”. Atau, “Masa sih saya bisa? Saya kan bukan tukang kayu?”

Rasa pesimistis itu kemudian coba ditepis oleh komunitas yang menamakan diri Madeby me “ MakerSpace Batam. Selama satu bulan terakhir, mereka menyelenggarakan workshop membuat furnitur maupun pajangan dinding dari kayu, hampir setiap hari. Tujuannya jelas, untuk memantik candu “bermain” kayu.

“Kita Punya alat pertukangan kayu, jadi aja kita bikin MakerSpace ini,”ujar Pengelola Dewi Febsuri , ditemui di sela-sela workshop di Bengkel MakerSpace Nagoya Citywalk , beberapa waktu lalu. Dewi sendiri baru beberapa bulan terakhir menemukan keasyikan “bermain” kayu. Sebelumnya, ia berkutat pada bisnis media dan periklanan serta event organizer. Hingga pada suatu titik, dewi merasa membutuhkan sebuah hobi baru.

“Waktu itu, saya coba-coba membuat rak pajangan dinding, Belajar dari tim Brotherwood Bandung, buat di rumah. Kalau bagus, buat dipakai sendiri. Kalau enggak jadi, ya anggap aja barang seni,” ucap dewi , sambil tersenyum.

Hobi baru ini ditindaklanjuti menjadi lebih serius. Dewi kemudian membeli beberapa perlengkapan pembuatan kayu, untuk menunjang hobi tersebut.

Dewasa ini kaum profesional pun banyak yang terbiasa memiliki hobi membuat benda dari kayu saat akhir pekan tiba.”ini juga bentuk survival kit juga. Dan, proses pengerjaannya juga bisa dianggap sebagai bentuk relaksasi,” ujarnya.

MarkerSpace dan kepedulian sosial

Melihat keasyikan baru Dewi , salah seorang temannya, Arseto mengusulkan untuk membuat workshop . Mereka menilai, hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk CSR terhadap masyarakat dan bisa menjadi ajang kumpul kumpul komunitas Hobi Kayu Batam, untuk menyebarluaskan ilmu dan wawasan mengenai dunia perkayuan.

Arseto selaku owner dan Pengelola Ruang Kreasi Batam menyampaikan “Selama ini kan produk kami ( Ruang Kreasi ) banyak yang mengarah ke digital,Startup . Padahal yang konvensional seperti ini juga banyak dan asyik. Ditambah lagi dengan sekarang zamannya orang membuat karya sendiri. Jadi, kami pikir inilah bentuknya,” ucap Seto, ditemui di tempat yang sama.

Beberapa kali, workshop dilakukan kepada teman atau orang di lingkungan terdekat. Kelas pertama workshop dimulai tepat pertengahan Bulan Maret 2018. Meski awalnya cuma lewat promosi seadanya, banyak orang yang penasaran. “Mungkin karena seru ya bikin furnitur kayu sendiri. Selama ini cuma beli dan beli aja. Workshop pertama cuma bikin Honey Comb Shelve yang sederhana, tapi pesertanya banyak, ada sepuluh orang,” ujarnya. Dan untuk workshop minggu ini dibuka kelas baru dengan membuat Wall Hanger dan Box Crate.

Ditambah lagi, banyak orang yang kini sudah melek desain, dan ingin membuat furnitur dengan desain yang tidak biasa, atau bahkan lebih personal.

Jadwal pembuatan furnitur

Ada banyak benda yang dibuat dalam workshop MakerSpace, dengan mengusung konsep MadeByMe yang telah berlangsung. Tingkat kesulitannya bervariasi. biasanya mengelompokkannya ke dalam hari-hari yang berbeda. Workshop membuat furnitur kayu sendiri biasanya berlangsung setiap Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan minggu. Untuk Selasa dan Rabu, rata-rata produk yang dibuat berhubungan dengan home decor.

“Biasanya, yang bendanya tidak memerlukan kekuatan tertentu, karena berbobot ringan. Workshop ini dibuat untuk peserta pemula,” kata Dewi.

Sedangkan, pada hari Kamis, produk yang dibuat lebih memiliki tingkat kesulitan lebih. Misalnya, rak berbentuk bulat. Pada workshop Jumat, produk yang dibuat biasanya belum pernah dijajal sebelumnya.

Karena tingginya permintaan, Madebyme Makerspace kini juga mengadakan kelas, “Macan Ternak”. Dibawah bendera Mysiterwood ,Kelas terakhir yang disebutkan, didedikasikan untuk kaum ibu yang kebingungan mencari kegiatan produktif selama menunggu anak di sekolah.

Didampingi trainer

Ketika disambangi ke bengkel kerja Makerspace , saat itu beberapa peserta sedang membuat Honey Comb. adalah sebuah tempat Pajangan dinding, Pada hunian, furnitur bergaya simpel ini bisa digunakan secara multifungsi. Tergantung selera maupun preferensi sang pemilik hunian.

Sebelum workshop, peserta diajak untuk stretching terlebih dahulu. “Ini ada tujuannya. Biasanya kan orang datang dengan animo tinggi, meski sebenarnya secara fisik kurang terlatih,” ucap Juma salah seorang Trainer

Setelah itu, workshop dilanjutkan dengan penjelasan teknis mengenai benda yang akan dibuat, tahapan pekerjaan dan perlengkapan yang digunakan. Setelah itu, peserta dipersilakan untuk membuat furniturnya sendiri, dengan pendampingan trainer. Mulai dari mengukur kayu, memotong, membuat lubang untuk kayu, hingga asembling dan finishing.

“Intinya, kami ingin memberikan pengalaman lewat proses yang dikerjakan, juga knowledge. Asal jangan diterjemahkan sebagai menonton kami bikin saja, lalu bawa pulang hasil workshopnya untuk dipajang di rumah,” katanya. Kita ingin menjadikan markerspace menjadi tempat tujuan wisata baru di batam. Saat ini untuk pendaftaran selain via telpon dan wa , juga bisa Walk in ( daftar langsung ikut ) Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Hp. 08111844441 ( Juma ), Atau 08117011226 ( Ruang Kreasi ) atau 08127000903 ( Dewi ). ( Kepri News / r)


 Advertoria Sanford 18/9/2017