Kapolsek Nongsa, Menggelar Reka Ulang Pembunuhan Di Lokalisasi

KepriNews.co.id, BATAM – Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Perwira Sehite melakukan rekonstruksi ulang pada kasus pembunuhan seorang wanita ditempat kontarannya, di Kampung Puncak teluk bakau (lokalisasi-hiburan malam), Nongsa – Batam. Rabu, (04/04/2018)

Pada rekontruksi ini dihadiri oleh, Tim Inafis RS Bhayangkara Polda Kepri, Kejaksaan Negeri Batam, Saksi Kejadian Perkara dan jajaran Polsek Nongsa, yang berlangsung pada Selasa Siang, (03/04) pada pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kepada awak media yang hadir, Kompol. Albert Perwira Sehite mengatakan, sebelumnya yang mana Korban setelah cerai dari suami sahnya, bekerja disini sekitar satu bulan, setelah itu meminta pelaku dari kampungnya di Bengkulu, untuk datang ke Batam, yang mana mereka ini selingkuh sudah lama.

Dan penangkapan terjadi, setelah pelaku tiba di kampungnya (Bengkulu) mendapati orang tuanya tidak ada ditempat, selanjutnya pergi ketempat pamannya di Jambi, mengetahui apa yang dilakukan pelaku di Batam. Pamannya menyarankan ke Bengkulu lagi temui orangtuanya.

“Setelah bersama orang tuanya, Pelaku ini menyerahkan diri ke pihak yang berwajib (Polisi) terdekat, selanjutnya Tim Polsek Nongsa dan Polresta Barelang Batam menjemput pelaku dan membawa kembali ke Batam,” Pungkasnya.

Pelaku – Laki-laki
Nama : JA alias D
Umur : 30 Tahun
Asal : Bengkulu

Korban – Perempuan
Nama : Kurnilawati alias Mel
Umur : 34 Tahun
Asal : Bengkulu

Dari pantauan Batampro.id dilokasi rekontruksi, pada waktu tersangka turun dari mobil Polisi, sempat terjadi keributan kecil yang mana banyak terdapat masyarakat menyaksikannya dan memaki pelaku, namun berjalan lancar.

Selanjutnya awal adegan, dimana pelaku pulang dan masuk ke kontarannya dan lanjut makan ditemani korban, disini korban tampak marah-marah karena cemburu mengetahui pelaku ada wanita lain melalui percakapan di media sosial.

Tidak tahan dengan omelan Korban,  pelaku beranjak dan berbaring ditempat tidur tidak beberapa lama disusul korban, dan terjadi lagi percekcokan tapi kali ini dengan memukul badan dan kepala pelaku, setelah itu korban pun tertidur disamping pelaku.

Melihat Korban tertidur, pelaku merasa tidak puas atas omelan dan pukulan yang terimanya. Merasa kesal dan tidak bisa tidur pelaku keluar mengambil kayu balok (broti) diluar kontrakannya, selanjutnya memukul hingga tiga (3) dibagian belakang kepala hingga mencekik leher korban.

Setelah melampiaskan kekesalannya, pelaku merapikan serta membersihan ruangan dan menutupi kepala korban dengan bantal sama kain handuk, selanjutnya mengambil uang meninggalkan kontrakannya, dengan ojek (Saksi 1) menuju Bandara Hang Nadim penerbangan ke Pekan Baru.

Dihari yang sama sekitar jam 17.30 WIB, pelaku menghubungi pemilik kontaran (Ibu Kost – Saksi 2) melalui pesan singkat (SMS), merasa penasaran bersama anak laki-lakinya (Saksi 3) pergi ke kontrakan pelaku dan meminta anaknya tersebut membuka pintu dari kunci cadangan.

Dan anaknya ini mendapati korban terbaring bersimbah darah, kejadian tersebut membuat nereka ketakutan, sehingga langsung memanggil suaminya (saksi 4) dan selanjutnya bersama warga (saksi 5) bersama – sama menyelidiki ternyata korban sudah tidak ada lagi harapan untuk hidup (meninggal).(*)

Penulis: Andi Pratama


 Advertoria Sanford 18/9/2017