EKOLOGI YANG TERSALIB

EKOLOGI YANG TERSALIB

Aku
Engkau
Dia
Kita berpijak
Kita melangkah
Kita hidup
Kita tertawa
Kita menangis
Di atas bumi ini

Berawal dari tatapan mata
Yang tak pernah kita duga
Tumbuh menjadi rasa suka
Berawal dari sapaan yang biasa saja
Kini tumbuh menjadi satu jiwa
Yang membuat kita selalu bahagia

Tak terasa sudah seribu satu tahun
Kita bermimpi tentang hidup di bumi ini
Namun akhirnya kita terpisah oleh ego
Kita pun seperti sepucuk surat yang tak tersampaikan
Cinta seolah-olah terhempas di ujung waktu

Kala malam tak kunjung datang
Ku tatap langit biru
Di sana dirimu tersalib wahai bumiku
Dirimu bagai disesah pada penghakiman terakhir
Semua begitu memilukan
Melampaui segala bentuk keakuan
Lakon pun tak kunjung pergi
Ego seolah tak ingin mati

Bumiku
Engkau kah itu?
Yang berdendang sendu
Dengan seuntai senandung rindu
Di antara rintihan sang kalbu
Yang terus tenggelam dalam kubangan pilu
Terinjak-injak derap sang waktu
Engkau kah itu?
Yang perlahan menaklukanku
Aku merindukanmu bumiku

Noker Keraf-Jogjakarta


 Advertoria Sanford 18/9/2017