Detik Terakhir Ratu Talu Selamatkan MDT dari Lemparan Batu

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Kisah piluh kembali menerpa Calon Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Markus Dairo Talu (MDT), diakhir kampanye terbatas di Kampung Kalembu Ndara, Desa Kalena Rongo, Kecamatan Kodi Utara, Senin (2/4/2018).

Mobil Pajero Sport warna hitam dengan Nomor Polisi L 1305 CD yang ditumpangi MDT bersama istrinya Ratu Wulla Talu, dilempari batu oleh orang tidak dikenal, di Jalan Kalembu Dara Kodi Utara.

Sebelum kejadian itu, hati Ratu Talu sangat terganggu, tidak seperti biasanya. Disaat melintas Jalan Kalembu, tiba-tiba saja dirinya meminta MDT dan sopir segera menutup kaca mobil. Hal ini tidak biasanya dibuat, karena kaca mobil pasti dibuka, untuk bisa menyapa warga yang ditemui sepanjang jalan.

Namun apa yang terjadi, dalam hitungan detik setelah kaca mobil ditutup, tiba-tiba saja mobil Pajero dihujam Batu. Nyaris Batu tersebut, mendarat di kaca mobil bagian samping kanan, tempat duduk Ratu Talu dan MDT. Namun batu itu malah menghantam body samping sebelah kanan, pintu sopir.

“Saya perasaan tidak enak ketika keluar dari kampung Kalembu Ndara. Ada sesuatu yang buat saya terganggu. Jadi setelah kita lewat di Kalembu Dara, tiba-tiba saja saya suru bapa dan sopir naikin kaca mobil. Aduh… dalam hitungan detik saja, kita kaget mobil dilempar batu. Untung saja kena di body mobil,” ungkap Ratu dengan sedih.

Kata Ratu, dirinya dan suaminya yang adalah calon bupati SBD, tidak pernah sedikit pun berniat jahat dengan masyarakat SBD. Dengan hati tulus, mereka mengabdikan diri, membangun SBD.

“Kita tidak pernah ada niat jahat dan buat susah orang. Tuhan tahu apa yang kita buat, sehingga kita pasti selamat. Tidak apa-apa, kita terus bekerja untuk membangun SBD. Biarkan saja niat jahat mereka, Tuhan akan membalas semua itu,” ungkap Ratu.

Hal yang sama diungkapkan Bapak Markus Dairo Talu. Bapak MDT sangat menyesal atas kejadian yang menimpah dirinya.

“Hati saya sakit, kenapa mobil kami harus dilempar. Kita ini bersaudara. Perbedaan politik itu hal yang biasa. Politik ini hanya sementara tapi hubungan sebagai saudara tetap selamanya,”kata MDT.

MDT mengingatkan agar para simpatisan, pendukung dan keluarga MDT-GTD, untuk tenang, sabar menanggapi peristiwa ini. Tidak boleh melakukan hal-hal yang mengganggu pelaksanaan Pilkada Sumba Barat Daya.

“Pendukung, simpatisan dan keluarga, Saya harapkan tetap sabar dan tenang. Tidak boleh melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan Pilkada. Tuhan nanti membalas, kita tenang dan terus bekerja,”pinta MDT.

Selain itu, kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Kori dengan No. Polisi : LP/PID/07/IV/2018/Sektor Kodi Utara.

(Israel)


 Advertoria Sanford 18/9/2017