Kapolresta Barelang: Hasil Autopsi Terdapat Tanda Kekerasan Pada Tubuh Bayi “Yuni Chandra”

KepriNews.co.id, BATAM – Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Hengki mengungkap kasus tindakan kekerasan atau pembiaran terhadap anak dibawah umur, di Polresta Barelang, Batam – Kepulauan Riau. Senin, (02/04/2018)

Pada pengungkapan kasus yang berakhir dengan meninggalnya seorang anak bayi didalam pengasuhan orang tuanya, yang terjadi di wilayah hukum Polsek Batu Ampar – Batam.

“Dari laporan yang kita terima pada tangga 27 Maret 2018, dari situ kita amankan pelaku dengan nama Yudi Chandra (WNI – 32 Tahun) melakukan penganiyaan berat terhadap anak (bayinya),” ungkapnya didampingi Kapolsek Batu Ampar dan Humas Polresta Barelang.

Kombes, Pol. Hengki menjelaskan, berawal dari keributan masalah keluarga yang sering dilakukan oleh pasangan yang tidak jelas status hubungannya ini (kawin ilegal), dan disaat si Ibu lagi kerja anakanya di asuh ayahnya.

“Selama dalam pengasuhan ayahnya ini, karena bayinya sering menangis,  bibir bayi tersebut digigitnya. Dan mengalami pendarahan hingga bernanah, serta muntaber selama perawatan sebelum meninggal,” terangnya.

Diketahui bahwa bayi berjenis kelamin wanita ini bernama “Yuni Chandra” umur tiga (3) bulan 26 hari, bertempat tinggal di Komplek Maritim Square, Jodoh, Batu Ampar – Batam.

“Hasil dari otopsi dokter forensik yang dikeluarkan RS Bhayangkara Polda Kepri, terdapat kekerasan di kepala bagian belakang dan tubuh bayi tersebut,” pungkas Kapolresta Barelang Batam.

Tersangka disangkakan pasal 44 ayat 1 UU RI No 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan atau pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(*)


 Advertoria Sanford 18/9/2017