“Jangan Main-main dengan Sumba Barat Daya”

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Arus politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), semakin terasa kencang di tiga kecamatan; Wewewa, Laoura dan Kodi.

Isu hitam, fitnah dan manuver politik negatif lainnya, terus saja mewarnai kampanye politik para calon bupati/calon wakil bupati SBD. Bahkan sepatu boat, baju, celana, foto, Ijazah palsu dan hal pribadi lainnya terkait penampilan, dijadikan isu untuk menyerang paket tertentu di media sosial.

Hal tersebut, memantik respon sejumlah pihak, termasuk para kandidat. Seperti yang dirasakan Cabup/Cawabup Markus Dairo Talu (MDT) dan Gerson Tanggu Dendo (GTD). MDT-GTD difitnah berulang dalam kampanye Paket Kornelis Kodimete-Marten Kristian Taka (Kontak) selama ini. Mirisnya kampanye hitam itu disampaikan juga oleh politisi senior SBD Yoseph Mallo Lende, yang adalah Ketua DPRD SBD.

“Bapak MDT-GTD tidak mau fitnah paket lain. Kita kampanye sampaikan program untuk membangun masyarakat SBD. MDT bukan pendendam, kita serahkan semua kepada Tuhan. Tidak apa-apa, masyarakat lebih tahu apa yang sudah dibuat MDT,” ungkap Daroh Marapu (DM) Tokoh Muda Kodibangedo, Jumat (23/3/2018).

Hal itu dipertegas Sekretaris Partai Nasdem SBD, Ratu Wulla Talu. Ratu mengingatkan, agar para Cabup/Cawabup jangan main-main dengan Sumba Barat Daya. Para calon tidak boleh menjadikan Pilkada SBD sebagai ajang coba-coba.

“Jangan main-main dengan Sumba Barat Daya. Mau main isu apa pun, MDT-GTD tidak akan mundur selangkah pun. Kita bersama rakyat. Jangan jadikan SBD untuk coba-coba. Kalau tidak mampu, kita ganti. Kita pilih bupati SBD bukan juga bupati Katolik, Protestan, Islam, Budha, Hindu dan lainnya. Kita mau pilih bupati yang mau membangun SBD menjadi lebih sejahtera,” tegas Ratu

Kata Ratu, sebagai pengurus partai yang mengusung MDT-GTD, dirinya akan terus berjuang meningkatkan pembangunan bagi masyarakat SBD jika MDT-GTD menang dalam Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Tenun dan bantuan gratis lainnya dari Pemda, akan kita lanjutkan dan tingkatkan. Masyarakat harus terus dibantu untuk sejahtera. Beras, bibit, pupuk, alat tenun, benang, alat pertanian akan tetap diberikan gratis. Dan ini sudah dibuat MDT-GTD. Contohnya, lima tahun sebelumnya, alat pertanian harus dibayar Rp 9-16 juta, tapi MDT kasih gratis. Masih banyak lagi yang nanti diberikan gratis,” kata Ratu.

Ratu berharap, masyarakat pemilih SBD, bisa menentukan pilihan secara tepat untuk memilih bupati/wakil bupati yang bisa membangun SBD secara merata, bangkit, maju dan sejahtera. Bupati/wakil bupati yang dipilih, harus memiliki jaringan, baik provinsi maupun di tingkat pusat, inovatif, kreatif, cerdas dan memiliki hati untuk masyarakat.

“Jangan salah pilih, nanti menyesal. Pilihan bapa/ibu menentukan masa depan SBD lima tahun ke depan. Tentukan pilihan secara benar, tusuk nomor satu (1) MDT-GTD,” pungkas Ratu.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017