“Buatlah Kami Menangis Untuk Membangun Sumba Barat Daya”

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- “Rawi Mayame Kamangio Kama Wundalawe Loda Wee Maringi Pada Wee Malala”

“Buatlah Kami Menangis Untuk Membangun Sumba Barat Daya”

Begitulah ungkapan hati Ratu Talu dalam Savari Politik bersama Tim MDT-GTD, di 16 wilayah Kodi, Senin (21/3/2018).

Ratu Talu mengungkapkan hatinya, di saat beribu fitnah dan cemohan bertubi-tubi menghujam dirinya dan Calon Bupati Markus Dairo Talu suaminya. Meski demikian, sebagai istri MDT, Ratu tidak sedikit pun menginginkan, bahkan tersirat dalam pikirannya, untuk tidak membangun Sumba Barat Daya.

Kecintaan dan tanggungjawab kepada masyarakat kecil; para petani, pengrajin, pedagang, dan penenun terus mengkristal di hati MDT dan Ratu. Berbagai bukti program- program pembangunan dan pemberdayaan, yang tidak pernah dirasakan masyarakat, pada lima (5) tahun sebelumnya, akhirnya dirasakan dalam tiga (3) tahun kepemimpinan Markus Dairo Talu.

“Bapa dan mama tentukan pilihan yang tepat. Tunjukan itu pada 27 Juni nanti di Redambolo. Buatlah kami memiliki beban tanggungjawab terhadap bapa dan mama sekalian. Buatlah kami menangis untuk membangun SBD ini. Kami hanya punya hati untuk membangun SBD ini. Kami tidak mau datang di kampung ini untuk memfitnah orang lain. Kami jual program untuk membangun SBD ini,” ungkap Ratu Talu.

Sebagai perempuan SBD, Ratu mengatakan, dirinya akan terus berjuang memberdayakan para perempuan SBD, melalui “tenun”. Pasalnya, ” tenun” yang telah dirangkul Ratu selama ini, telah memberikan dampak positip dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga. Pendapatan keluarga melalui hasil “tenun” meningkat.

“Saya akan berjuang terus bersama perempuan SBD melalui ” tenun”. Kalau kita berkata jujur, biasanya satu hari hanya sekali minum kopi, sekarang sudah bisa tiga kali minum kopi. Tidak hanya itu, hasil “tenun” bisa buat ongkos anak sekolah. Ada yang omong, saya tipu mama-mama, beli sarung murah, tapi jual mahal. Silakan tanya mama-mama seperti apa. Jangan hanya asal omong,” tegas Ratu.

Ratu mengatakan, dalam lima tahun ke depan, Calon Bupati MDT telah mempunyai program, akan melanjutkan memberikan bantuan berupa bahan tenun, kapas, benang secara gratis. Tidak hanya itu, alat pertanian, pupuk, bibit, dan beras diberikan secara gratis.

“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat petani dan penenun, akan diberikan secara gratis oleh Bapak MDT-GTD. Dan kita tidak hanya omong, tetapi buktinya sudah dirasakan masyarakat selama tiga tahun ini,” kata Ratu.

Ungkapan rasa Ratu Talu yang disampaikan di 16 kampung itu, disambut hangat warga. Di antaranya di Kampung Homba Rande, Wanno Lobo, Ande Ate, Mangga Nipi, Bungga, Genggol, Hohawungo, Mabaha, Patunu Ikit, Bikahi, Gallu Kawango, Bulu Kogha, Kadoki, Bondo Kodi, dan Kampung Bukambero, Kecamatan Kodi Utara.

“Tenun ini sudah sangat membantu keluarga kami. Dengan hasil ” tenun” kami bisa ongkos anak sekolah, bisa bangun rumah, dan intinya kami bisa penuhi kebutuhan keluarga. Terima kasih banyak Ibu Ratu, dan kami minta untuk terus melanjutkan program “tenun” ini. Minta bapak MDT untuk bantu kami para penenun dan petani,” timpal Mama Okta Warga Homba Rande, Kecamatan Kodi.

Hal senada diungkapkan Herybertus Patikondo dan sejumlah warga Genggol Kodi Utara. Warga sangat merasakan bukti pembangunan seperti jalan, listrik dan bantuan pertanian yang diberikan dalam kepemimpinan MDT. Dan secara khusus hasil “tenun” yang disponsori Ibu Ratu Talu.

“Kami 2013 tidak dukung MDT. Tapi sekarang, kami sepakat dukung MDT. Kami sudah rasakan buktinya. Istri kami bisa dapat uang karena Ibu Ratu. Kami akan menangkan MDT-GTD di Genggol,” ungkap Hery Patikondo.

Beberapa wilayah yang didatangi Ratu Talu dan rombongan MDT-GTD, benar-benar mendapat respon hangat masyarakat. Warga merasa terharu dengan kehadiran Ibu Ratu dan rombongan. Tidak sungkan-sungkan, warga menyampaikan segala keluhan dan harapan pembangunan, dititipkan kepada Ratu dan Tim.

“Terima kasih Ibu Ratu dan rombongan MDT-GTD, yang telah datang ke tempat kami. Kami sangat senang, dan kami akan memilih Bapak MDT-GTD. Stiker boleh orang lain kami pasang, tetapi hati kami tetap untuk MDT-GTD,” ungkap warga Kadoki.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017