Restu Ibu di Puncak Lombu

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- “Ne zame ata Lombu makaleiro wali ate wa MDT” “Kami di Lombu rindu sekali MDT”

Lombu masih menorehkan cinta yang tulus tak ada akhirnya. Jalanan berbatu, terjal, berlumpur dan berbukit wadas, masih menyisahkan cerita tentang 5 (lima) tahun silam, dari Simpang Gollu Sapi hingga Lombu.

Seiring pergantian tampuk kekuasaan Sumba Barat Daya (SBD), Lombu yang dulunya hanya sebatas mata memandang, indra merasa, kini telah terjamah.

Derap maju pembangunan SBD tahun 2013-2017 menjamah satu per satu, sendi-sendi hidup masyarakat Lombu.
Akses jalan, listrik, air, pertanian, pendidikan, dan budaya, maju dengan pesat. Sementara Tenun perempuan kampung, begitu memukau perhatian di santero jagad. Ibu-ibu perempuan desa berjibaku menenun dan menjual hasil tenun, untuk penghidupan ekonomi keluarga. Dari Tenun, ibu-ibu bisa mendapatkan penghasilan sebulan 2- 3 juta rupiah.

Lombu sungguh berubah, lebih maju dari lima tahun silam. Terpatri dalam hati para perempuan kampung, dan warga setempat, semua ini atas berkat Bupati SBD Markus Dairo Talu (MDT) dan Ibu Ratu Wulla Tala.

“Ku kaleiro wu, mu mandoi bawe daku eta wu. Ku renge wu, mutama gollu dana. Nawarraka we ate gu. Maringina mori mu baliba. Ne zame ata Lombu makaleiro wu wali ate”

“Saya rindu sekali, saya sudah lama tidak bertemu. Saya dengar ama masuk penjara. Saya sedih sekali. Terima kasih Tuhan, terima kasih sudah kembali. Kami di Lombu rindu sekali,” ungkap Mama Peda Balu mendekap MDT dengan derai air mata, Rabu (14/3/2018) kemarin.

Dalam dekapan dan tangis Mama Peda Balu, terbersit harapan yang besar dan restu sang pemilik rahim, agar Bapak Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo, terpilih dan menjadi Bupati/Wakil Bupati Sumba Barat Daya.

Tidak hanya Mama Peda Balu yang merindu, ratusan warga Lombu pun turut merindu MDT, untuk kembali jadi bupati SBD.

“Kami sudah rindu ingin bertemu bapak MDT. Kami dengar ada yang cerita bapak MDT ditangkap KPK. Kami sangat sedih, tapi ternyata tidak. Terima kasih, bapak MDT sudah kembali di tengah kami,” ungkap Tokoh Masyarakat Lombu, Lukas Umbudeta.

Lukas mengatakan, masyarakat Desa Lombu telah merasakan hasil pembangunan yang telah dibuat MDT selama tiga tahun. Untuk itu diharapkan MDT dapat melanjutkan pembangunan untuk Desa Lombu

“Lanjutkan pembangunan untuk kami di Desa Lombu. Kami sudah rasakan jasa MDT selama tiga tahun. Kelompok tani lanjutkan, listrik, jalan lanjutkan,” kata Lukas.

Begitu juga Tokoh Perempuan Desa Lombu, Debora Desesi mengatakan, kelompok tenun di Desa Lombu sangat maju dan memberi hasil yang baik dalam ekonomi. Semua itu berkat ibu MDT Ratu Wulla Talu.

“Tenun kita sangat maju karena berkat ibu MDT. Sehingga tanggal 27 Juni saat pemilihan, tidak ada pilihan lain hanya bapak MDT-GTD. Supaya tenun kami di Lombu semakin maju,” ungkap Debora.

Hal yang sama diungkapkan Yuliana Konimela dan Kristina Daidoawa warga Kampung Letekalanga. Kata mereka, sosok MDT sudah terpatri di hati. MDT telah membuktikan dengan sejumlah pembangunan yang telah masyarakat Lombu rasakan.

“MDT sudah di hati. Tidak bisa diganti dengan yang lain. Bukti sudah kami rasakan, sehingga harus dilanjutkan,” pungkas Yuli dan Kristin.

Ibu Tenun SBD, Ratu Wulla Talu dalam kesempatan itu mengajak para perempuan Lombo untuk terus maju mencintai dan memajukan tenun SBD. Bahwa sebagai istri MDT, dirinya akan bersama perempuan SBD memajukan tenun di Sumba Barat Daya.

“Tenun SBD sudah mendunia. Dan untuk itu, saatnya kita memilih pemimpin yang inovatif, punya terobosan memajukan SBD. Tidak hanya sektor lain saja yang dibangun tetapi juga tenun yang sudah mendunia. Mari kita komit memilih MDT dan GTD,” pinta Ratu.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017