Tangguhnya Ratu Wula Talu di Gedung Tipikor Kupang

Keprinews.ci.id,KUPANG- Tidak sedikit bagi sebagian istri yang tampil tegar dikala suami tengah diterpa masalah besar. Apalagi mendapat beribu lontar cemohan dan fitnah. Ada di antaranya, harus putus asa dan pergi jauh meninggalkan sang suami dan anak-anaknya.

Namun hal itu, tidak pernah tersirat dan terlintas dalam pikiran dan hati Ratu Talu, istri Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Markus Dairo Talu (MDT).

Disaat bertubir masalah menerpa MDT, dari kepemilikan ijazah palsu hingga dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Waimanguru senilai Rp 5 Miliar, Ratu Talu malah terus tegar mendampingi MDT sang suami.

Pada Kamis 8 Maret 2018, sekitar Pukul 10.40 Wita, Ratu Talu pun tiba di Pengadilan Tipikor Kupang. Dengan mengenakan baju atasan dan bawahan berwarna cream sepadan, Ratu Talu menghantar MDT ke ‘kursi pesakitan’ Pengadilan Tipikor.

Siang itu, Ratu Wula Talu tampak ceria. Semua yang ditemuinya di pelataran teras Tipikor, disapanya satu per satu dengan senyum manisnya. Bahkan lensa kamera awak media, disapanya dengan ramah.

“Selamat siang semua! Ayo foto, silakan,” ujarnya sembari memberi salam hangat dan masuk menuju ruang sidang.

Sidang mendengarkan keterangan saksi dibuka Ketua Majelis Hakim Jimmi Tanjung Utama, di dampingi dua Hakim anggota, Ipnu Kholik, Ahlim Muhtarom, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Soleman Bolla. Sejumlah pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum dua terdakwa mencecar habis MDT. Sidang pun berlangsung tegang. Tapi tampak MDT begitu tenang menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Hawah kian panas, sesekali ia pun menyeka keringat yang mengalir di keningnya.

Dalam sidang panas yang menegangkan saat itu, Ratu Talu terlihat tenang. Tatapan matanya terus tertuju pada MDT suaminya. Setiap keterangan yang disampaikan MDT didengarnya dengan saksama. Sepertinya Ia sedang berharap semua keterangan MDT, benar adanya di hadapan hakim dan jaksa.

Harapan tak tampak itu pun terjawab. MDT akhirnya mengakhiri sidang mendengarkan keterangan saksi dengan damai. Suasana yang menegangkan itu berakhir.

Ratu Talu tak segan-segan mendekap erat MDT suaminya, lalu keluar dari ruang sidang. Disalaminya semua peserta sidang dengan ramah. Ratu pun sangat bangga akan sikap kooperatif yang ditunjukan MDT, di persidangan Tipikor.

“Saya sebagai istri sangat yakin suami saya tidak bersalah. Dia sedang bekerja untuk masyarakat Sumba Barat Daya. Saya bangga dengan beliau. Sebagai warga negara yang baik harus taat kepada hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Ini contoh pembelajaran yang baik bagi setiap warga negara,” ungkap Ratu Talu.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017