“Perempuan Biasa” NTT Menggelar Aksi Sosial di Kota Kupang

Keprinews.co.id,KUPANG- Menyongsong Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya dirayakan pada tanggal 8 Maret, Komunitas ‘Perempuan Biasa’ Nusa Tenggara Timur, akan menggelar sejumlah aksi sosial di Kota Kupang, Kamis (8/3/2018).

Aksi Komunitas Teater “Perempuan Biasa” yang diprakarsai 12 perempuan tangguh NTT ini, dilakukan untuk menepis stigma miring terhadap perempuan pada masa lalu dan sekarang. Di mana perempuan lebih identik dikenal dengan ‘bergaya’ ketimbang berkarya.

Hal ini disampaikan Kordinator Komunitas “Perempuan Biasa”, Dr. Lanny Koroh, dalam bincang-bincang whatsApp, Rabu (7/3/2018) malam.

“Ini salah satu cara “Perempuan Biasa” NTT memperingati Hari Perempuan Internasional. Perempuan, biasanya dilekatkan dengan “gaya”. Apakah perempuan hanya bisa bergaya, tapi minim karya? tentu saja tidak,” ungkap Lanny Koroh.

Lanny menepis stigma miring tersebut terhadap perempuan. Baginya, perempuan-perempuan masa kini, tidak bisa lagi hanya dicap menang gaya. Pasalnya saat ini, tidak sedikit dari kaum perempuan, yang sudah mulai berkarya.

“Perempuan jangan dicap hanya menang gaya karena ada sejumlah perempuan lebih khusus di NTT, yang sudah berkarya,” tegas Lanny.

Inisiator ‘Perempuan Biasa’ ini mengatakan, sejumlah kegiatan sosial yang dibuat sejumlah perempuan di Kota Kupang, menjadi bukti kepedulian perempuan terhadap situasi sosial di sekitarnya, khususnya di Kupang dan NTT secara keseluruhan.
Gerakan Perempuan NTT, tidak lagi sebatas gerakan emansipasi tetapi sudah kepada partisipasi.

“Kegiatan ini salah satu wujud dari gerakan emansipasi perempuan menuju partisipasi. Perempuan tidak hanya bersuara di atas mimbar, namun juga berani turun langsung ke jalanan dan terlibat dalam masyarakat,” jelas Lanny.

Lanny berharap, para perempuan NTT harus mulai bangkit, dan bergerak mengambil peran dalam ruang publik. Bahwa perempuan NTT, tidak boleh lagi ‘dipasung’ dengan dominasi peran laki-laki.

“Saatnya perempuan NTT bangkit dan bergerak maju. Berani mengambil peran di setiap ruang. Perempuan tangguh, NTT maju,” pungkas Doktor muda ini.

Adapun beberapa jadwal kegiatan “Perempuan Biasa”. Pada hari Kamis, 8 Maret 2018, akan digelar aksi bersih Pasar Kasih-Naikoten, pada pukul 15.00 Wita. Dilanjutkan dengan pemeriksaan tensi dan tes Lab Hepatitis B oleh Tim RSIA Dedari dan Dokter Sahadewa.

Setelah itu, akan diadakan kegiatan diskusi bersama denga salah seorang tokoh perempuan NTT, Aleta Baun di Taman Nostalgia.

Pada hari Jumat, 9 Maret 2018, Komunitas “Perempuan Biasa” akan berbagi solidaritas dan kasih bersama anak-anak Panti Asuhan Syalom yang dikelola oleh Yayasan Bina Kasih Bukit Sion NTT di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa.

Di hari terakhir, Komunitas “Perempuan Biasa” akan menggelar kegiatan workshop perempuan kreatif yang bertempat di Taman Dedari Sikumana mulai pukul 10.00 WITA, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

“Workshop ini akan diisi dengan pembuatan aksesoris dari tenun ikat oleh pengrajin dari Lembata, Theresia Wi dan origami tenun ikat oleh Marchy Ledoh.

“Bagi kaum perempuan yang terpanggil, dan yang peduli terhadap nasib perempuan, bisa bergabung. Untuk bergabung bersama “Perempuan Biasa”, silakan menghubungi Dr. Lanny Koroh dengan nomor telepon 081338941986 / 082144765777.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017