DPR Wacanakan Legalkan Narkoba di Bali


Keprinews.co.id,BALI- Komisi III DPRI mewacanakan akan melegalkan keluar masuknya narkotika dan obat terlarang (Narkoba) serta penggunaannya di Bali.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa di channel CNN TV, sekitar pukul 06.16 Wita, Jumat (2/3) pagi tadi.

“Saya kaget sampai mau keselek cemilan, saat melihat berita sebuah wacana yang dilontarkan oleh Komisi III DPR RI,” ungkap Enny Musfiro seorang karib saya di Bali.

Enny mengatakan, meski baru wacana, betapa terkejutnya dia. Di sebuah pulau di negeri ini akan ada wacana legalisasi narkoba.

“Ya Allah, ampunilah kami dan pemimpin kami,” ungkapnya.

Pemerhati kemanusiaan ini mengatakan, legalisasi Narkoba artinya, akan bebas masuk dan legal dalam mengkonsumsi.

” Iyya sih dibilangnya khusus turis asing. Apa iyya ada jaminan turis lokal nggak akan ikut-ikutan? Yang membuka aurat, yang menenggak miras di sana saat ini, tidak hanya turis asing lho, turis lokal pun banyak yang ikut-ikutan gaya turis asing,”jelas Enny.

Dikatakannya, berkunjung ke Bali saat ini, para wisatawan sudah ketakutan. Pasalnya, di sepanjang jalan para turis bebas menenteng botol miras. Kalau Narkoba sampai dilegalkan, pastinya kemaksiatan akan semakin meraja lela.

“Melihat mereka bebas mengumbar auratnya saja saya malu. Kalau Narkoba sampai di legalkan, pastinya kemaksiatan akan semakin meraja lela,” keluh Enny.

Enny berharap, semoga wacana ini tidak akan terealisasi. Efek negatifnya jauh lebih banyak terutama untuk negeri ini. Masyarakat harus sepakat menolak wacana ini.

“Masyarakat jangan salah pilih saat Pilbup, Pilgub, Pileg maupun Pilpres nanti. Satu suara dari kita sangat berarti dan menjadi penentu kebijakan di negeri ini.
Benar bahwa tidak ada yang sempurna, tapi pilihlah yang memperjuangkan kebenaran. Yang paling banyak mendatangkan manfaat dan minim madharat,” pungkas Enny.

Sementara Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan kepada jajarannya untuk bertindak tegas terhadap bandar narkoba baik berasal dari dalam maupun dari luar negeri.

“Jangan ragu untuk bertindak tegas terhadap mereka bandar narkoba. Jika melawan tembak mati,” kata Tito saat menggelar konfrensi pers penangkapan 1.622 kilogram sabu jaringan internasional, di Pelabuhan Bea Cukai Sekupang, Batam, Jumat (23/2/2018).

Tito mengatakan, kejahatan narkoba disamping kejahatan lain yang terjadi belakangan ini di Indonesia, sangat tinggi. Apalagi Batam sangat rawan dan menjadi tempat pintu masuknya barang-barang haram tersebut.

Di satu sisi, Indonesia juga menjadi pasar yang potensial bagi para bandar untuk memasok narkoba.

(Alvin Lamaberaf)


 Advertoria Sanford 18/9/2017