Diskotik DH Kupang Terancam Tutup

    Keprinews.co.id,KUPANG- Tempat Hiburan Malam terbesar di Kota Kupang Dancing Hall (DH), Provinsi NTT bakal ditutup oleh Pemerintah Kota Kupang.

    Pasalnya, pada tanggal (15/2/2018), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT mengamankan 3 (tiga) orang personel Grup Band yang ketahuan mengonsumsi narkoba.

    Ketiga personel band itu, selama ini manggung di Tempat Hiburan Malam Dancing Hall (DH). Selain itu, 4 (empat) orang pekerja ikut diamankan malam itu.

    Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan BNN Provinsi NTT, untuk meminta data-data terkait penangkapan pengguna narkoba di lokasi Dancing Hall.

    Apabila dalam pemeriksaan ditemukan bukti Dancing Hall menjadi lokasi peredaran dan penggunaan narkoba, maka tidak segan-segan, Pemkot Kupang menutup dan mencabut izin operasi Dancing Hall.

    “Kalau terbukti, maka kita pasti tutup,”tegas Jefry Riwu Kore di dampingi Wakil Walikota Kupang, Herman Man saat peresmian Transmart Kupang, Jumat (2/3/2018).

    Wakil Walikota Kupang, Herman Man menjelaskan, pemerintah tidak pernah melarang untuk berinvestasi atau membuka usaha di Kota Kupang. Tetapi jika usaha yang dibangun menjadi tempat peredaran narkoba, tidak diizinkan.

    “Kalau usaha itu, kita tidak melarang. Yang dilarang, kalau ada narkoba di situ. Jadi jika terbukti ada narkoba, kita tetap tutup,” kata Herman.

    Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan 3 (tiga) dari 7 (tujuh) pekerja Dancing Hall (DH) Kupang sebagai tersangka. Ketiga tersangka itu berinisial, A, AR dan RE.

    (Alvin Lamaberaf)


     Advertoria Sanford 18/9/2017