Wilayah Perairan Provinsi Kepri – Indonesia Titik Koordinat Jaringan Narkotika Internasional

KepriNews.co.id, BATAM – Indonesia dengan ekonomi yang semakin tumbuh dengan kelas menengah yang semakin meningkat, menimbulkan suatu pemikiran target pasar yang luar biasa besar. Jum’at, (23/02/2018)

Khususnya perairan di Kepulauan Riau, cukup sering digunakan sebagai penyeludupan barang berbahaya (narkotika.dll) bagi Republik Indonesia (RI), serta menjadi market yang potensial jaringan International.

Pada kunjungan bersama Kapolri, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, Oleh karena itu dari unsur Pemerintah, harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kekompakan dalam beroperasi karena ini pasti akan terus, karena tidak bisa menyetop suplainya.

“Kita harus terus meningkatkan ketahanan dan kemampuan untuk menjaga daerah perairanan maupun darat,” pungkasnya.

Ditempat terpisah menurut keterangan dari penerjemah bahasa asing (Cina), yang berhasil Kepri Media Group himpun, para pelaku penyeludupan barang berbahaya (narkotika) merupakan WNA China, dengan rute pelayaran dari China  ke Provinsi Kepulauan Riau – Indonesia.

Berikut data pelaku yang berhasil diamankan Petugas;
Tan Hui (laki-laki, 63 tahun) sebagai Nahkoda Kapal,
Tan Mai (laki-laki, 69 tahun) sebagai anak buah kapal,
Liu Yin Hua (laki-laki, 63 tahun) sebagai anak buah kapal,
Tan Yi (laki-laki, 33 tahun) sebagai anak buah kapal.

“Mereka hanya disuruh seseorang untuk membawanya dari China menuju perairan Provinsi Kepulauan Riau, dan barang tersebut akan diambil sesuai dengan titik koordinat yang telah ditentukan oleh yang punya barang tersebut,” tutup Herlina penerjemah bahasa asing (China) Batam.

Selanjutnya barang bukti akan di bawa ke Jakarta, oleh Tim Bareskrim Mabes Polri untuk dijadikan barang bukti di Pengadilan dan seterusnya akan dimusnahkan dalam waktu dekat.(*)


 Advertoria Sanford 18/9/2017